Jakarta, Petrominer – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) mencatatkan kinerja positif pada Triwulan III-2020 meski di tengah kondisi pandemi global yang disertai badai resesi. Anak Perusahaan PT Pertamina (Persero) ini meraih laba tahun berjalan konsolidasian sebesar Rp 235,08 miliar, naik dibandingkan triwulan II-2020 yang sebesar Rp 98,42 miliar.

Hingga periode Triwulan III-2020, Tugu Insurance mencatat pencapaian premi secara konsolidasi sebesar Rp 4,57 triliun. Angka ini  turun 7,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 4,94 triliun.

“Penurunan ini diantaranya diakibatkan oleh penurunan ekonomi global akibat pandemi Covid-19, penurunan harga minyak, serta pelemahan pasar modal,” ungkap Presiden Direktur Tugu Insurance, Indra Baruna, Rabu (18/11).

Kondisi ini, menurut Indra, sejalan dengan ekonomi dan asuransi di Indonesia. Badan Pusat Statistik melaporkan bahwa ekonomi Indonesia pada triwulan II-2020 dan III-2020 mengalami kontraksi sebesar minus 5,32 persen dan minus 3,49 persen, serta data statistik asuransi dari Otoritas Jasa Keuangan juga mencatat premi asuransi umum turun sebesar 7,53 persen pada kuartal III-2020.

“Namun kerja keras kami di masa sulit ini masih dapat mencatatkan pertumbuhan produksi premi di beberapa lini produk asuransi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya,” tegasnya.

Secara kinerja induk (own operation), perolehan premi marine hull naik 29 persen dari Rp 142,43 miliar menjadi Rp 183,55 miliar. Premi offshore naik 18 persen dari Rp 440,29 miliar menjadi Rp 519,69 miliar. Premi bond naik 32 persen dari Rp 17,27 miliar menjadi Rp 22,76 miliar. Dan sektor health insurance naik 32 persen dari Rp 14,80 miliar menjadi Rp 19,54 miliar.

“Bahkan pada kondisi industri penjualan otomotif yang masih cukup memprihatinkan, kami bersyukur bahwa premi asuransi kendaraan bermotor kami tetap mempertahankan sales dari Rp 143,04 miliar menjadi Rp 144,11 miliar,” jelas Indra.

Sampai dengan 30 September 2020, kinerja hasil underwriting konsolidasi Tugu Insurance mencapai Rp 388,41 miliar, diikuti dengan pencatatan total aset Rp 20,19 triliun, ekuitas sebesar Rp 8,38 triliun, dan tingkat Risk Based Capital (RBC) Perseroan sebesar 368 persen, jauh di atas ketentuan batas minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120 persen.

Di tengah tantangan stabilitas ekonomi global khususnya akibat pandemi Covid-19, Tugu Insurance dapat meningkatkan outlook perseroan menjadi “Stable” disamping mempertahankan peringkat Rating Internasional “A- (Excellent)” dari A.M. Best, yang merupakan lembaga pemeringkat global di bidang perasuransian. Selama 5 tahun berturut-turut, Tugu Insurance masih menjadi satu-satunya perusahaan asuransi umum nasional yang memiliki predikat rating internasional “A- (Excellent)” dari A.M. Best. Peringkat ini mencerminkan posisi keuangan Tugu Insurance yang sangat kuat, didukung oleh operasional bisnis yang kuat dan manajemen risiko yang memadai.

Indra juga menambahkan, perseroan secara konsisten terus berinovasi dalam berbagai hal untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan. Di antaranya melalui produk unggulan baru t-fracture, layanan Tugu Real Experience (t-rex) untuk bantuan darurat 24/7, layanan Call TIA (Tugu Insurance Assistance) 1 500 458 setiap saat, t-drive application untuk memasarkan produk t-drive maupun t-ride, serta t-friends application untuk mengarap bisnis dari keagenan.

“Kami berharap produk-produk Tugu Insurance semakin mudah dijangkau melalui berbagai kanal distribusi guna memenuhi kebutuhan asuransi pelanggan. Simplifikasi proses dengan menggunakan platform digital juga terus kami kembangkan untuk mempermudah proses pembelian hingga klaim menyesuaikan dengan gaya hidup #NewNormal,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here