Pembangunan PLTS telah dilakukan di 63 SPBU COCO Pertamina yang tersebar di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) terus bersiap menghadapi transisi energi. Langkah ini diawali dari halamannya sendiri, dengan memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di lokasi-lokasi operasi Pertamina Group.

Realisasi dari komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan pokok-pokok perjanjian dan kesepakatan bersama terkait penyediaan PLTS di lingkungan Pertamina Group. Pelaksananya adalah Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE).

Prosesi penandatanganan kesepakatan bersama itu dilaksanakan secara daring, Kamis (25/2). Dihadiri oleh Direksi Utama Pertamina Nicke Widyawati, Direktur Logistik dan Infrastruktur Mulyono, Direktur Penunjang Bisnis M. Haryo Yunianto, CEO Subholding PNRE Dannif Danusaputro, dan CEO Subholding Commercial & Trading Mas’ud Khamid.

Penyediaan PLTS ini akan mencakup kepada lokasi-lokasi operasi Pertamina Group yang tersebar dari hulu ke hilir, seperti lembaga penyalur, fasilitas operasi dan fasilitas pendukung usaha. Sebagai Subholding yang digadang-gadang menjadi masa depan bisnis Pertamina, Subholding PNRE sudah bersiap diri untuk segera mengimplementasikan program penyediaan PLTS tersebut. Dalam pelaksanaannya, Subholding PNRE akan bermitra dengan para pelaku usaha yang berskala global.

“Komitmen ini menjadi sebuah bukti kuatnya upaya Pertamina dalam menyongsong masa depan energi. Merupakan suatu kebanggaan bagi Subholding PNRE mendapatkan dukungan penuh untuk melaksanakan dan mengawal program transisi energi melalui penyediaan energi bersih,” ujar Dannif.

Menurut Nicke, program penyediaan PLTS di lingkungan Pertamina Group ini juga sejalan dengan aspirasi Direktorat Jenderal Energi Baru dan Terbarukan (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang menjadikan pembangunan PLTS sebagai Program Prioritas untuk percepatan peningkatan energi bersih di wilayah Indonesia.

“Program ini merupakan bentuk komitmen Pertamina dalam mendukung pemerintah untuk meningkatkan bauran energi dan mempersiapkan transisi energi di masa depan. Dan dalam hal ini Pertamina memulainya dari halaman sendiri,” ungkapnya.

Hingga saat ini, Subholding PNRE telah memiliki portfolio energi bersih seperti PLTS di kawasan Badak LNG Bontang dengan kapasitas terpasang 4 megawatt (MW), dan beberapa proyek PLTS lainnya yang sedang digarap. Selain PLTS, terdapat juga Pembangkit Listrik Tenaga Biomass/Biogas (PLTBg) yang terpasang di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei 2,4 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dengan kapasitas terpasang 672 MW.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here