Cirebon, Petrominer – PT Tambang Meranti Mulia Sejahtera (TMMS) memberikan beasiswa penuh kepada para santri dari keluarga sederhana. Beasiswa yang diberikan melalui Rimba Foundation ini memungkinkan para santri untuk fokus belajar tanpa beban biaya di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Bahjah, Cirebon, Jawa Barat.
CEO TMMS, Herryan Syahputra, mengatakan dukungan terhadap pendidikan adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat. TMMS tumbuh bersama masyarakat dan stakeholder menuju masa depan yang berkelanjutan.
“Kami juga responsif terhadap kebutuhan sosial melalui program-program nyata seperti sekolah sepak bola (SSB), beasiswa, dan dukungan untuk pesantren seperti Al-Bahjah ini,” ujar Herryan dalam pernyataan tertulis yang diterima PETROMINER, Jum’at (30/5).
Melalui Rimba Foundation, TMMS memberikan beasiswa penuh kepada 20 mahasiswa, yang terdiri dari 10 putra dan 10 putri. Rimba Foundation merupakan yayasan yang dibentuk oleh TMMS untuk mengelola dana CSR dari masing-masing entitas anak perusahaan di bawahnya. Beasiswa diberikan sejak awal masuk kuliah sampai para penerima beasiswa tersebut tamat kuliah.
Menurut Herryan, dukungan terhadap STAI Al-Bahjah merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial TMMS yang menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mempersiapkan generasi masa depan yang kompeten dan berakhlak mulia. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan korporasi seperti ini diharapkan bisa melahirkan generasi pemimpin yang memiliki keseimbangan keilmuan dunia dan akhirat semakin terbuka lebar.
“STAI Al-Bahjah dan Meranti Group telah menunjukkan bahwa sinergi pendidikan dan dunia usaha dapat memberikan dampak positif bagi masa depan bangsa,” ungkapnya.
Penghafal Al-Quran
Miftahul Arifin, salah satu penerima beasiswa yang telah menghafal Al-Quran 30 juz, mengatakan sangat terbantu dengan adanya beasiswa tersebut. Selain bersyukur, dia mengaku bisa lebih fokus belajar tanpa memikirkan biaya semester dan tunggakan.
Di balik prestasi akademik Miftah, tersimpan kisah haru tentang perjuangan hidup tanpa sosok ayah sejak usia empat tahun. Ibunya yang mengelola warung kelontong sederhana telah menjadi motivasi utama Miftah untuk terus bertahan selama 8 tahun di pesantren.
“Tidak banyak ingin apa-apa, yang penting ingin membahagiakan ibu,” ungkap pemuda asal Kuningan, Jawa Barat ini.
Hal senada juga disampaikan Joko Prayitno yang berasal dari Ngawi, Jawa Timur.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dapat beasiswa ini. Notabene kan kita dari jauh, dan jauh-jauh ke Cirebon,” ungkap Joko.
Orang tua Joko dulunya memiliki warung sembako, tapi kini tidak lagi bekerja karena faktor usia. Beasiswa Rimba Foundation pun menjadi penopang penting bagi pemuda ini.
Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan & Alumni STAI Al-Bahjah, Ustad Imam Abdullah, menjelaskan bahwa beasiswa dari Meranti Group ini mencakup kebutuhan kepondokan dan pendidikan.
“Ketika sudah mendapatkan beasiswa ini, mahasiswa tidak lagi perlu memikirkan infak, jadi cukup fokus pada belajar, khidmah, dan mengembangkan potensi diri,” ujar Imam.








Tinggalkan Balasan