Jakarta, Petrominer – Sebagai perusahaan berkelanjutan, PT Pertamina (Persero) diamanahkan membina 30 Rumah BUMN di seluruh Indonesia dan menaungi lebih dari 9.000 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Peran ini sejalan dengan upaya Pertamina untuk meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM.
VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menjelaskan, Rumah BUMN diharapkan menjadi wadah untuk berkumpul, mengajar dan membina para pelaku UMKM sehingga bisa “Naik Kelas” menjadi UMKM berkualitas, tangguh, serta meningkatkan akses pemasaran dan permodalan. Beberapa kegiatan yang dilakukan diantaranya pelatihan, pendampingan perizinan dan sertifikasi, hingga aspek pemasaran dengan metodologi terbaru.
“Kami berharap dukungan kepada UMKM ini dapat mewujudkan UMKM Naik Kelas dan kemandirian ekonomi,” ujar Fadjar, Jum’at (16/6).
Menurutnya, dari seluruh UMKM di Rumah BUMN Pertamina, 4.630 diantaranya telah menggunakan media sosial sebagai media promosi dan penjualan. Sementara itu, lebih dari 3.900 UMKM telah terdaftar di platform penjualan digital (marketplace).
Seperti yang dilaksanakan di Rumah BUMN Pertamina Klungkung, Bali, saat ini. Rumah BUMN Klungkung mengadakan serangkaian kegiatan Inkubasi Bisnis, yang diikuti oleh 10 UMKM lokal yang telah diseleksi oleh Pertamina. Salah satu peserta, Dian Purnama Yanti, pemilik usaha Moody Cake, menyimak dengan seksama pelatihan foto produk menggunakan kamera telepon seluler.
“Saya diajarkan cara memotret produk, kemudian mendesainnya secantik mungkin melalui aplikasi gratis. Selama ini kami membayangkan desain promosi produk harus dikerjakan orang ahli dan bayar mahal. Ternyata, melalui pelatihan ini semua bisa dikerjakan sendiri. Sangat bermanfaat bagi kami pelaku UMKM,” ungkap Dian.
Hal senada disampaikan Made Wahyu Santosa, pemilik usaha Bali Ceria yang menghasilkan produk Bumbu Rujak Kemasan. Menurut Wahyu, legalitas produk, desain kemasan, dan materi promosi menjadi modal percaya diri pengusaha UMKM lokal memperkenalkan produknya ke swalayan, supermarket, atau pasar modern lainnya.
“Banyak manfaat yang bisa saya dapatkan melalui pelatihan yang diadakan Pertamina melalui Rumah BUMN Klungkung, sehingga bisa membantu perluasan pemasaran produk saya yang saat ini sudah tersebar di 200 outlet di Bali,” jelasnya.
Pelaku UMKM Rumah BUMN Klungkung ini mendapatkan pelatihan yang terdiri dari 80 persen praktik dan 20 persen teori. Materi yang disampaikan mengenai kewirausahaan, sertifikasi usaha (NIB/PIRT/Halal/lainnya), desain logo, sosial media marketing dan strategi pemasaran produk, serta temu bisnis dengan pembeli lokal, sebagai topik yang diminati pelaku UMKM lokal.









Tinggalkan Balasan