Rokan Hilir, Petrominer – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keselamatan dan keberlanjutan lingkungan di wilayah operasi, khususnya di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Dengan persiapan matang dan peningkatan kapabilitas, Regu Pemadam Kebakaran HSE Operations PHR (HSE Ops PHR) Zona Rokan berkolaborasi dengan Pemerintah, TNI dan Polri diterjunkan untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama musim kemarau.
General Manager PHR Zona Rokan, Andre Wijanarko, menyampaikan bahwa keselamatan dan keandalan operasional adalah prioritas utama. Tim HSE Ops PHR yang dalam hal ini ditugaskan untuk menangani karhutla di area operasi telah melalui serangkaian latihan ketat dan memastikan mereka dilengkapi dengan peralatan terbaik.
“Kami yakin dengan kemampuan tim kami untuk merespons setiap potensi kebakaran di wilayah operasi dengan cepat dan tepat. Kesiapan ini adalah wujud nyata komitmen PHR dalam menjaga keberlanjutan operasi dan keamanan lingkungan di Rokan Hilir,” ujar Andre, Senin (21/7).
Berbekal pelatihan intensif, peralatan modern, dan strategi respons cepat, HSE Ops PHR siap siaga untuk melindungi masyarakat, lingkungan dan aset vital dari ancaman kebakaran. Kesiapan tim HSE Ops PHR tidak hanya berfokus pada respons cepat, tetapi juga pada upaya mitigasi dan pencegahan.
Lebih lanjut, Andre menegaskan bahwa PHR senantiasa mengedepankan kolaborasi erat dengan pemerintah setempat dan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya penanggulangan Karhutla. Koordinasi aktif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Pemerintah Daerah terkait, serta masyarakat setempat terus dilakukan untuk membangun sinergi yang kuat. Pendekatan terpadu ini diharapkan dapat menciptakan sistem penanganan kebakaran yang lebih tangguh dan komprehensif di Rokan Hilir.
Dengan keterlibatan PHR tersebut, karhutla yang melanda area Kubu Pinang, Rokan Hilir berhasil dipadamkan pada 20 Juli 2025. Upaya respon cepat penanganan karhutla ini terus dilakukan dengan menurunkan tim terbaik di beberapa spot lainnya, seperti di Kecamatan Balai Jaya dan Kecamatan Bangko Pusako. Selain di Rohil, tim HSE Ops PHR juga diterjunkan di area kebakaran di wilayah Dumai, Duri, Minas, Libo, Petapahan dan Rumbai.
39 Kasus Karhutla
Sebelumnya, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heriawan meminta dukungan dan doa dari masyarakat dalam upaya penanganan Karhutla di Riau, terutama di Rokan Hilir. Hal ini disampaikan saat meninjau langsung lokasi kebakaran di Kecamatan Kubu, Sabtu (19/7).
Kapolda mengungkapkan, kebakaran sudah berlangsung selama empat hari dan diperparah oleh cuaca panas serta angin kencang. Luas lahan terbakar diperkirakan mencapai lebih dari 100 hektar.
“Ini menjadi perhatian bersama. Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar kebakaran ini tidak memperburuk citra Riau di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Kapolda.
Kapolda menegaskan komitmen penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena dampaknya merugikan semua pihak.
Saat ini, Polda Riau telah menangani 39 kasus Karhutla, sebagian di antaranya telah dilimpahkan ke kejaksaan. Polda Riau menegaskan akan terus mengambil langkah tegas dalam penanggulangan Karhutla yang menjadi ancaman rutin di wilayah tersebut.








Tinggalkan Balasan