@Fachry Latief
Presiden Direktur PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), Lelin Eprianto. (Petrominer/ Fachry Latief)

Jakarta, Petrominer — PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) melakukan berbagai terobosan penting untuk mempertahankan pertumbuhan usaha di tengah lesunya industri minyak dan gas bumi global. Salah satunya adalah penggunaan rig berteknologi robot yang dianggap lebih efisien dan produktif.

“PDSI terus melakukan berbagai terobosan penting untuk bisa bertahan bahkan tetap mempertahankan pertumbuhan,” ujar Presiden Direktur PDSI, Lelin Eprianto, Rabu (12/4).

Lelin menjelaskan, beberapa terobosan yang dilakukan di antaranya adalah penggunaan rig dengan teknologi robot. Teknologi ini diyakini memiliki produktivitas serta dengan kehandalan dan standar safety yang tinggi.

“Dengan penggunaan rig berteknologi terbaru (rig walking dan skidding), perpindahan rig dapat dilakukan dengan cepat sehingga lebih efisien dan produktif,” paparnya.

Terobosan lainnya adalah pemanfaatan Pusat Logistik Berikat (PLB) yang berhasil menghemat sekitar 7% dari biaya material.

“PLB sangat berperan untuk efisiensi bagi PDSI. Dengan PLB, barang yang semula kami datangkan dari Amerika Serikat, harus mampir dulu ke Dubai maupun Singapura, walaupun Singapura bukan produsen migas. Dengan PLB, cost of material turun sekitar 6%-7%,” jelas Lelin.

Produktifitas Naik

Dalam kesempatan itu, Lelin juga mengatakan bahwa tren kinerja PDSI pada tahun 2016 lalu mengalami rebound, setelah sempat jatuh sebagai dampak kelesuan industri karena harga minyak mentah yang masih volatile. Tahun lalu, produktivitas dari 43 rig PDSI mencapai 48,3%, atau naik 11% dibandingkan tahun 2015 yang mencapai 43,4%.

Hal tersebut, menurutnya, berpengaruh positif terhadap laba bersih perusahaan yang meningkat dari US$ 2,6 juta pada tahun 2015 menjadi US$ 8,7 juta pada tahun 2016. Di sisi lain, hal yang cukup membanggakan adalah penurunan angka TRIR dari semula 0,98 menjadi 0,53.

“Dengan pencapaian itu, PDSI optimistis terhadap prospek bisnis perusahaannya dengan terus melakukan investasi rig baru. Ini tentu sangat membanggakan karena PDSI tetap tumbuh kendati kondisi harga minyak mentah masih di level yang rendah,” kata Lelin.

Pada tahun 2017, PDSI merencanakan investasi sebesar US$ 45,73 juta dengan 78,1% untuk pengadaan peralatan pemboran, sisanya untuk pengembangan bisnis dan peralatan Health Safety Security and Environment.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here