PGN komitmen melaksanakan penugasan pasokan gas untuk pembangkit listrik PLN sesuai target Pemerintah.

Jakarta, Petromier – PT PLN (Persero) mempercepat pemanfaatan gas untuk sektor ketenagalistrikan guna mengurangi konsumsi BBM agar bisa menekan Biaya Pokok Produksi (BPP) tenaga listrik yang efisien. Realisasinya dilakukan melalui penandatanganan Surat Perjanjian Induk Kerja Sama dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN), yang merupakan turunan dari Pokok-Pokok Perjanjian yang sebelumnya telah ditandatangani antara PLN dengan PT Pertamina (Persero).

Kerja sama ini adalah bentuk sinergi BUMN dalam upaya kemandirian energi untuk mendorong perekonomian nasional dengan ketersediaan energi listrik yang bersaing dan berkelanjutan. Penandatanganan perjanjuan dilaksanakan oleh Direktur Energi Primer PLN, Rudy Hendra Prastowo, dan Direktur Utama PGN, Suko Hartono, Senin malam (5/10).

“Pada prinsipnya, pelaksanaan proyek ini harus efisiensi, efektifitas, serta keberlanjutan pemanfaatan gas dan ketersediaan tenaga listrik serta mengurangi konsumsi bahan bakar BBM, hal ini demi menekan BPP tenaga listrik yang lebih efisien,” ungkap Rudy, Selasa (6/10).

Berdasarkan kerja sama tersebut, PGN akan menyediakan pasokan dan pembangunan infrastruktur LNG di 52 lokasi pembangkit listrik PLN. Dalam implementasinya PGN dan PLN akan saling transparan dalam menentukan desain teknis dan struktur tarif gas di plant gate pembangkit, termasuk pemberlakuan tarif gas secara bertahap (staging). Desain infrastruktur dan pola pasokan gas harus andal, reliable dan memenuhi aspek keamanan.

Menurut Rudy, Perjanjian Induk ini juga untuk mengatur penyelarasan pasokan LNG dan gas dengan kontrak-kontrak penyediaan LNG dan gas milik PLN yang sudah ada. Dalam implementasinya, para pihak akan sinergis dalam bentuk koordinasi, penyelarasan kerja sama pemanfaatan fasilitas, percepatan gasifikasi, optimalisasi serta peningkatan produktivitas fasilitas yang ditargetkan dapat selesai pada tahun 2020.

Untuk tahap awal, PLN dan PGN sepakat melaksanakan tahap Quick Win di Pusat Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sorong, PLTMG Tanjung Selor, dan PLTMG Nias. Tahap Quick win ditargetkan dapat menyediakan harga yang lebih rendah dari High Speed Diesel (HSD) di plant gate pembangkit PLN.

Rudi berharap, dengan kerjasama ini bisa meningkatkan pencapaian bauran energi nasional, serta dalam upaya untuk turut berkontribusi dalam pemulihan perekonomian pascapandemi, peningkatan daya saing, dan upaya menjaga ketahanan energi nasional.

Proyek gasifikasi pembangkit PLN di 52 lokasi ini sesuai penugasan dari pemerintah kepada PLN dan Pertamina dengan estimasi kapasitas pembangkit kurang lebih 1,8 GigaWatt (GW). Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Kepmen ESDM) 13/2020 tentang Penugasan Pelaksanaan Penyediaan Pasokan dan Pembangunan Infrastruktur LNG, serta Konversi Penggunaan Bahan Bakar Minyak dengan LNG dalam Penyediaan Tenaga Listrik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here