, ,

Tarik Milenial, JFX Revitalisasi Kontrak Berjangka

Posted by

Jakarta, Petrominer – Jakarta Futures Exchange (JFX) terus mendorong kaum milenial untuk berinvestasi dalam perdagangan komoditi berjangka. Salah satu upaya agar mereka tertarik, mulai tahun 2022 akan diluncurkan kontrak-kontrak ”mini size” dan mekanisme “mikro lot”.

Direktur Utama JFX, Stefanus Paulus Lumintang, mengungkapkan telah menyiapkan sistem yang mampu melakukan transaction matching hingga 100 ribu lot transaksi setiap detiknya. Transaksi ini dilakukan pada sistem yang telah disempurnakan dengan kecepatan yang lebih tinggi.

“JFX akan segera meluncurkan kontrak-kontrak mini size dan mekanisme mikro lot tahun depan,” ujar Paulus saat memaparkan kinerja JFX selama tahun 2021 dan outlook tahun 2022, Jum’at (24/12).

Menurutnya, JFX sudah melakukan sejumlah persiapan. Diantaranya, mengajukan usulan kontrak kopi dengan size baru (ukuran lot yang lebih kecil) kepada Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

“Diperkirakan pada bulan Januari, kami akan mensubmit untuk kontrak komoditi olein, dengan size kontrak yang cukup menarik, sesuai dengan aturan yang berlaku,” jelas Paulus didampingi Direktur JFX, Hamdi Hassyarbaini.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan, sehubungan dengan telah terbitnya Peraturan Bappebti No.9 dan No.10 Tahun 2021, JFX dapat memperdagangkan kontrak berjangka produk multilateral dengan ukuran volume mikro lot. Pola ini diharapkan dapat menarik kaum milenial untuk bertransaksi di JFX.

“Hal ini sekaligus juga dapat menanggulangi keberadaan perusahaan pialang ilegal. JFX juga dapat melakukan iklan promosi dengan cara dan komunikasi yang lebih sederhana dan mudah dipahami. Seperti melibatkan para influencer dan selebgram yang memiliki banyak follower untuk ikut mensosialisasikan perdagangan berjangka komoditi di JFX,” ujar Wisnu.

Menurut Paulus, saat ini transaksi emas masih menjadi komoditi yang paling menarik bagi kaum milenial. Meski begitu, produk multilateral lain seperti kopi diyakini dapat juga menarik kaum milenial dalam berinvestasi di JFX. Apalagi, revitalisasi atas kontrak berjangka Olein 1.000 kg, kontrak berjangka Kopi Arabika 50 kg, dan kontrak berjangka Kopi Robusta 100 kg sudah terealisasi.

Volume transaksi di JFX sampai 22 Desember 2021.

Kinerja JFX

Terkait kinerja JFX, Paulus menyebutkan bahwa salah satu pendongkrak kinerja di JFX adalah tingginya harga pasar fisik timah. Harga timah di bulan November 2021 mencapai posisi tertinggi yaitu US$ 40.200 per MT, naik dari harga tertinggi di bulan Oktober yang mencapai US$ 39.200 per MT.

Tahun 2021, terjadi supercycle dalam perkembangan komoditi di mana sejumlah komoditi mengalami peningkatan harga tertinggi sepanjang sejarah. Komoditi tersebut adalah batubara, CPO, dan timah.

Sampai 22 Desember 2021, total volume transaksi di JFX telah mencapai 9.051.990 lot. Dengan sisa 8 hari perdagangan, JFX optimis pencapaian total volume transaksi akan melampaui pencapaian tahun 2020 lalu.

Di tahun 2021 komoditi yang mengalami peningkatan tertinggi adalah Timah yang pada saat ini volume perdagangannya telah mencapai 40.200 metrik ton diikuti oleh Emas, Olein, dan Kopi.

Transaksi JFX di bulan Desember mengalami peningkatan signifikan, di mana kontrak Olein menjadi pendorong utama dalam transaksi multilateral, dengan volume 244.188 lot. Hal ini membuat total volume transaksi JFX menjadi 1.004.648 lot hanya dalam kurun waktu 22 hari.

Kinerja perdagangan hingga 22 Desember 2021 untuk kontrak multilateral telah mencapai 1.821.434 lot atau 60,21 persen dari target. Namun, dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yaitu 1.655.829 lot, maka volume transaksi multilateral tahun ini lebih tinggi 10 persen dari volume transaksi tahun lalu.

Untuk volume transaksi kontrak bilateral, tercatat 7.230.555,26 lot per tanggal 22 Desember 2021. Volume ini mencapai 90,38 persen dari target 7.999.880 lot.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *