Perjalanan darat mobil tanki BBM menuju Desa Culu, Labuan Bajo, NTT, setelah menempuh jalur laut selama 8 jam.

Labuan Bajo, Petrominer – Sebanyak empat mobil tanki tiba di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu pagi (9/3). Mobil pengangkut bahan bakar minyak (BBM) ini baru saja menempuh perjalanan selama 9 jam. Padahal, pengiriman BBM itu biasanya hanya ditempuh dalam waktu 5 jam saja.

Memang, rute yang ditempuh kali ini bukan seperti biasanya. Akibat longsor yang terjadi di daerah Cekonobo, Desa Culu, atau sekitar 16 kilometer arah Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis lalu (7/3). PT Pertamina (Persero) menggunakan jalur alternatif untuk tetap memasok BBM ke daerah terdampak.

Melalui jalur alternatif tersebut, total perjalanan ditempuh hingga 9 jam, termasuk 8 jam di laut. Padahal, pada kondisi normal, perjalanan memasok BBM ke daerah tersebut hanya sekitar 5 jam melalui darat.

Pada kondisi normal, BBM untuk Labuan Bajo dipasok melalui Terminal BBM Reo yang masih berada dalam satu daratan Pulau Flores, NTT, meskipun berbeda Kabupaten. Namun karena terputusnya jalur akses kesana, maka BBM dipasok dari Terminal BBM Bima yang berada Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Unit Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Rustam Aji menjelaskan, keempat mobil tanki tersebut membawa beberapa jenis BBM untuk kebutuhan di daerah terdampak. Tiga mobil dengan double kompartemen membawa Premium sebanyak 24 kiloliter (KL) dan Biosolar sebanyak 24 KL. Sementara 1 mobil lainnya membawa Minyak Tanah sebanyak 5 KL.

“Keempat mobil tanki ini berangkat Jum’at malam melalui Pelabuhan ASDP Bima sekitar pukul 22.00 WITA dan tiba sekitar pukul 06.00 WITA di Pelabuhan ASDP Labuan Bajo. Saat itu juga, langsung bisa melayani SPBU,” jelas Rustam.

SPBU melayani penjualan BBM untuk masyarakat di Labuan Bajo, NTT.

Dia menambahkan, kebutuhan BBM untuk masyarakat di Labuan Bajo, dilayani melalui tiga SPBU di daerah tersebut, yaitu SPBU 54.865.02, SPBU 54.865.06, dan SPBU 54.865.01, dengan penyaluran rata-rata harian untuk gasoline (bensin) sebesar 48 KL dan gasoil (diesel) 32 KL. Sementara kebutuhan rata-rata Avtur untuk memenuhi kebutuhan penerbangan di Bandara Komodo sebesar 15 KL/hari.

“Saat ini, stok BBM dalam kondisi yang aman dan kami akan terus menggunakan beberapa upaya terbaik untuk tetap memasok ke daerah terdampak,” ujar Rustam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here