Jakarta, Petrominer – Secara umum pencapaian volume transaksi multilateral Jakarta Futures Exchange (JFX) selama semester I tahun 2018 didominasi oleh kontrak berjangka emas. Total pencapaian volume transaksi mencapai 295 ribu lot, lebih tinggi dari target yang ditetapkan 212 ribu lot. Saat mengadakan pertemuan informal dengan media, Kamis petang (2/8).

Direktur Utama JFX Stephanus Paulus Lumintang mengemukakan bahwa posisi tersebut menjadikan kontrak perdagangan berjangka emas menduduki peringkat pertama transaksi multilateral terbesar. Sementara posisi kedua diduduki Kopi Robusta.

Menurut Stephanus, kenaikan transaksi berjangka emas terutama disebabkan tingginya peminat transaksi perdagangan berjangka. Para pembeli banyak memburu komoditi ataupun produk yang harganya cenderung naik.

“Karakter investor di Indonesia memang antik, sehingga bagi komoditi ataupun produk yang harganya cenderung naik, justru akan diburu. Di lain sis,i para investor tersebut juga dinilai telah memperhitungkan tingkat resiko dalam bertransaksi,” jelasnya.

Kontrak berjangka emas 1 kg merupakan kontrak dengan underlying emas batangan 1 kg dengan kemurnian 99,99 persen dengan dilengkapi sertifikat yang diakui LBMA (London Bullion Market Association). Kontrak ini memiliki jatuh tempo dengan masa transaksi paling lama tiga bulan untuk tiap-tiap bulan kontraknya. Pada saat jatuh tempo kontrak, bisa dilakukan serah terima emas batangan secara fisik sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena emas secara internasional ditransaksikan dalam dolar AS, maka pergerakan harga emas dalam rupiah cenderung mengikuti fluktuasi pergerakan kurs dolar AS terhadap Rupiah.

Hal ini membuat kontrak berjangka emas, selain dapat digunakan untuk melakukan lindung nilai terhadap naik-turunnya harga emas di Indonesia, juga dapat digunakan untuk lindung nilai terhadap fluktuasi dollar AS. Sebagai alternatif investasi, kontrak berjangka emas dapat dimanfaatkan untuk memanfaatkan peluang capital gain jangka waktu pendek.

Kontrak Berkala Emas merupakan hasil inovasi Bursa Berjangka Jakarta (JFX) yang menggabungkan sifat-sifat dari produk investasi gadai emas, kontrak berjangka, dan kontrak gulir. Kontrak ini merupakan produk investasi emas yang memberikan kebebasan sepenuhnya kepada pelaku pasar untuk mengatur proses perkembangan investasinya. Pelaku pasar bisa membeli kontrak emas dengan margin layaknya kontrak berjangka, namun dengan memanfaatkan harga spot layaknya kontrak gulir. Selanjutnya, pelaku pasar bisa memilih untuk mencicil emas yang dibelinya sesuai dengan kemampuannya tanpa ketentuan apapun, atau langsung membayar tunai.

Pelaku pasar juga bebas memilih penyelesaian tunai, menerima emas secara fisik, atau menggulirkan posisi transaksi untuk memanfaatkan peluang pergerakan harga lebih lanjut. Pilihan sepenuhnya ada pada pelaku pasar. Kontrak Berkala Emas 25 gram merupakan produk Kontrak Berkala Emas dengan serah terima fisik berupa keping emas 25 gram, dengan kemurnian 99,99% yang dilengkapi sertifikat ANTAM.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here