, ,

Tahun 2024, Pertamina Drilling Cetak Pendapatan Tertinggi

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 23 juta. Capaian ini ditopang oleh sejumlah proyek strategis di sektor eksplorasi dan produksi migas, yang menghasilkan pendapatan tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Sampai akhir 2024, Pertamina Drilling membukukan pendapatan sebesar US$ 446,37 juta. Kinerja positif ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun buku 2024, yang diselenggarakan di kantor pusat Jakarta, Senin (16/6) lalu.

RUPS tersebut dihadiri oleh Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Whisnu Bahriansyah, yang mewakili manajemen PHE sebagai pemegang saham mayoritas, serta Direktur Utama PT Pertamina Pedeve Indonesia, Rahmi Amini, sebagai perwakilan pemegang saham lainnya.

Dalam arahannya, Whisnu menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja operasional dan keuangan Pertamina Drilling di tengah berbagai tantangan industri energi global. Dia juga menegaskan dukungan penuh terhadap berbagai inisiatif pengembangan ke depan, serta mendorong perluasan pasar luar negeri tanpa mengabaikan kekuatan pasar domestik.

Whisnu berpesan agar kinerja HSSE perlu dijaga serta terus ditingkatkan. Tidak hanya itu, manajemen risiko diminta untuk diterapkan secara konsisten, serta kualitas dan kuantitas rig lebih ditingkatkan lagi.

Kinerja Operasional

Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, mengucapkan terima kasih kepada para pemegang saham atas kepercayaan dan dukungan terhadap seluruh aktivitas operasional perusahaan. Avep juga mengapresiasi dedikasi para Perwira dan Pekerja Pertamina Drilling yang telah berkontribusi besar dalam menghadirkan layanan energi untuk negeri.

Sampai Desember 2024, Pertamina Drilling mencatat realisasi pengeboran sebanyak 524 sumur. Dengan rincian, 10 sumur eksplorasi, 178 sumur eksploitasi, 133 sumur workover, 142 sumur wellservice, 4 sumur offshore development, dan 57 offshore workover. Tingkat produktivitas pengeboran (Productivity Associated Drilling) mencapai 116,4 persen dari target.

Dari sisi kinerja HSSE, indikator TRIR (Total Recordable Incident Rate) lebih baik dari 0,34 pada tahun 2023 menjadi 0,18 di tahun 2024. Sementara NPT (Non Productive Time) membaik dari 1,08 persen tahun 2023 menjadi 0,91 persen di 2024. Hal ini menunjukkan peningkatan kapabilitas dan konsistensi dalam pelaksanaan keselamatan kerja yang sejalan dengan semangat “Salam Lima Jari”. Hingga akhir 2024, jumlah jam kerja aman (man hours) tercatat mencapai 93.057.666 jam kerja.

Dalam hal efisiensi, Pertamina Drilling mencatatkan penghematan sebesar US$ 31,37 juta melalui tujuh inisiatif strategis sepanjang tahun 2024, yang dijalankan dalam kerangka program OPTIMUS (Optimization Upstream). Program ini membuktikan efektivitas Pertamina Drilling dalam mengelola sumber daya dan meningkatkan produktivitas secara signifikan.

Kinerja tata kelola perusahaan juga menunjukkan tren positif, dengan skor GCG meningkat dari 86,23 pada 2023 menjadi 86,86 di tahun 2024. Sementara kepercayaan investor terhadap kondisi keuangan perusahaan diperkuat oleh peringkat Fitch Rating A+.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *