, ,

Strategi Bisnis PGN Hadapi Pandemi Covid-19

Posted by

Jakarta, Petrominer – Dalam menghadapi pandemi Covid-19, PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) telah membuat beberapa skenario dan simulasi awal atas dampak yang ditimbulkan oleh virus Corona tersebut. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini juga telah melakukan mitigasi risiko terhadap bisnis proses yang terdampak signifikan dan optimasi instrument keuangan.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dan audiensi dengan induk usaha PT Pertamina (Persero) dan Kementerian BUMN mengenai hal termaksud.

“Adapun mitigasi risiko yang dilakukan saat ini sudah mencakup atas bisnis proses yang terdampak signifikan, meliputi perlindungan pekerja, kehandalan infrastruktur, manajemen supply and demand, serta optimasi instrumen keuangan,” ujar Rachmat, Rabu (6/5).

Dia menjelaskan, beberapa antisipasi atas dampak kinerja keuangan diantaranya adalah melakukan efisiensi Opex & Capex, melakukan evaluasi keekonomian rencana investasi, exercise liability management, dan improvement business plan niaga gas bumi.

“Pada prinsipnya PGN akan tetap berusaha menjaga kinerja operasional yang baik serta kinerja keuangan yang sehat dan positif agar senantiasa dapat berkontribusi positif terhadap perkembangan bangsa dan negara,” tegas Rachmat.

Lebih lanjut, dia menyebutkan bahwa faktor melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat pada akhir Maret 2020 lalu dan penurunan harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebagai imbas dari pandemi Covid-19 telah berdampak pada penurunan volume niaga gas bumi. Kondisi ini harus diantisipasi dengan tepat.

Menurut Rachmat, PGN telah mengambil kebijakan optimasi melalui efisiensi biaya yang tidak terkait langsung dengan pendapatan dan kehandalan jaringan pipa serta optimasi arus kas melalui prioritisasi anggaran investasi. Dengan begitu, PGN diharapkan tetap mampu memberikan kinerja positif di tengah perlambatan ekonomi nasional dan global sehingga tetap dapat berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

“Kami sangat memahami bahwa Covid-19 akan berdampak secara signifikan terhadap performa PGN termasuk juga kepada pelanggan. Oleh karena itu, kami melakukan beberapa antisipasi atas potensi dampak, termaksud diantaranya melalui penerapan kebijakan relaksasi atau keringanan kepada pelanggan terdampak, serta penyesuaian batas pemakaian minimum pada pelanggan, sehingga akan menstimulus konsumsi gas bumi oleh para pelanggan,” ungkapnya.

Semua langkah itu, jelas Rachmat, dilakukan dengan tujuan agar pelanggan gas bumi, terutama sektor industri, tetap kompetitif dan mampu berproduksi di tengah pandemi sehingga tetap dapat menggerakkan roda perekonomian dalam negeri. Dengan demikian, pemenuhan kebutuhan gas bumi dalam negeri yang dilakukan PGN secara langsung ikut berkontribusi pada perekonomian nasional.

Di tengah kondisi pandemi Covid-19, PGN juga tengah menyelesaikan proyek pembangunan terminal LNG Teluk Lamong. Saat ini, progressnya sudah sekitar 90 persen dan siap diuji coba tak lama lagi. Nantinya, gas akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan gas di wilayah Jawa Timur, baik yang disalurkan melalui gas pipa maupun dalam bentuk retail LNG.

Saat ini, PGN juga menjalankan berbagai Peran Strategis BUMN sebagai revenue generator sekaligus agent of development dalam pengelolaan gas bumi. Peran-peran yang dijalankan diantaranya pembangunan dan pengoperasian infrastruktur hilir, jaringan pipa ±10.000 KM jaringan pipa, termasuk jaringan gas untuk melayani sektor rumah tangga sepanjang lebih dari 3800 km, tiga Receiving Terminal, dan SPBG yang menjangkau 17 Provinsi & 59 Kabupaten/kota. PGN juga melakukan integrasi pengelolaan infrastruktur dan komoditas sehingga mampu menjadi energi yang kompetitif dan efisien.

Pada tahun 2024, PGN menargetkan pemenuhan energi bagi 4 juta sambungan rumah tangga dan volume 1.800 BBTUD Niaga Domestik dapat diwujudkan untuk menyokong kebutuhan gas bumi domestik. Adapun penambahan infrastruktur gas untuk menunjang target tersebut yaitu 500 KM pipa distribusi untuk eksisting dan perluasan wilayah, 528 KM pipa transmisi, tujuh LNG Filling Station untuk truk maupun kapal, lima FSRU, dan 34 Mini LNG untuk seluruh sektor pengguna gas bumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *