,

Status Awas Gunung Agung Hanya di Radius 8-10 Km

Posted by

Denpasar, Petrominer – Bali aman, Bali aman dan Bali aman. Itulah pesan yang berulang-ulang kali disampaikan Presiden Joko Widodo di Sanur, Bali, Jum’at malam (22/12). Jokowi sengaja menggelar rapat terbatas di Bali bersama Wakil Presiden dan para Menteri untuk menunjukkan bahwa Bali masih aman.

Pesan dari Presiden tersebut senada dengan apa yang disampaikan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan, usai meninjau langsung Pos Pengamatan Gunung Agung di Karang Asem, Jum’at siang. Dalam kesempatan itu, Jonan pun menegaskan kepada semua pihak bahwa status Bali secara umum aman.

Menurutnya, persepsi bahwa status Awas untuk keseluruhan Bali harus diluruskan. Itu tidak benar, karena status Awas hanya menimpa sebagian kecil dari Bali.

“Status Awas hanya di radius 8 hingga 10 km dari kawah Gunung Agung di Karang Asem, yang jaraknya sekitar 60 km dari Denpasar,” tegas Jonan.

Karena itulah, dia menyampaikan bahwa masyarakat dan wisatawan yang akan berkunjung dan berwisata di luar radius 8 hingga 10 km dari kawah Gunung Agung sangat aman. “Masyarakat atau wisatawan yang mengadakan kegiatan di Pulau Bali tidak perlu khawatir kalau di luar radius itu karena kondisinya aman saja,” papar Jonan.

Meski secara umum Bali aman, Menteri ESDM tetap meminta kepada Pemerintah Pusat maupun Daerah dan pemangku kepentingan untuk tetap mewaspadai aktifitas vulkanik Gunung Agung. Sementara Badan Geologi, Kementerian ESDM, akan terus melakukan pemantauan terkait aktivitas vulkanik Gunung Agung dan akan menetapkan status sesuai dengan informasi dan data yang terekam dari peralatan yang ada.

“Badan Geologi konsisten terkait status Gunung Agung sesuai dengan yang terekam oleh alat-alat yang digunakan, begitupula dengan batas radius aman yang ditetapkan akan menyesuaikan dengan status Gunung Agung itu sendiri,” jelas Jonan.

Gunung Agung terletak pada lokasi geografis 115.5080 BT dan 08.3420 LS. Secara administratif termasuk ke dalam Kabupaten Karangasem atau sekitar 60 km dari Denpasar Bali. Untuk memantau aktivitas vulkanik Gunung Agung, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi membangun Pos Pengamatan Gunung Agung (Pos PGA) yang berada di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem sekitar 12 km dari puncak kawah Gunung Agung.

Saat ini Pos PGA sudah dilengkapi dengan peralatan sesuai standar pengamatan gunung api yakni, 2 unit CCTV yang berfungsi untuk visual, 11 set stasiun di Gunung Agung dan 4 set stasiun di Gunung Batur untuk mengetahui data seismik, 5 set GPS dan 3 set Tiltmeter di Gunung Agung untuk mengetahui data deformasi dan 2 sensor temperatur untuk mengetahui data geokimia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *