Jakarta, Petrominer – Suara gemericik air di tengah hari kini menjadi pemandangan yang menenangkan bagi warga Kampung Posa, Distrik Klamono, Sorong, Papua Barat Daya. Padahal sebelumnya, ini merupakan sesuatu yang jarang terdengar selama bertahun-tahun. Di mana, warga sangat bergantung pada air tadah hujan dan aliran Sungai Klasefet.
Selama bertahun-tahun, warga di wilayah tersebut harus menampung air hujan untuk kebutuhan sehari-hari, atau mengambil air dari sungai yang kerap keruh dan tak layak konsumsi. Ketika musim kemarau tiba, krisis air kian menjadi persoalan yang menghantui hampir seluruh rumah tangga.
Kini, kondisinya berubah. Ini berkat keberhasilan PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) dalam menjalankan program Community Involvement and Development (CID), dengan menghadirkan solusi berkelanjutan bagi warga yang menghadapi kesulitan akses air bersih. Melalui program bantuan Solar Water Treatment, Pertamina Drilling menghadirkan teknologi pengolahan air berbasis tenaga surya, yang ramah lingkungan dan mandiri energi.
Program bantuan ini menjadi oase bagi sekitar 10 kepala keluarga di Kampung Posa. Sistem solar water treatment yang dibangun mampu mengolah air dari Sungai Klasafet menjadi air layak pakai. Selanjutnya, air tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan harian warga tanpa harus bergantung pada listrik atau bahan bakar genset.
“Bantuan akses air bersih berbasis solar water treatment dari Pertamina Drilling ini sangat bermanfaat untuk warga Kampung Posa. Ada sekitar 10 KK yang terbantu dengan bantuan ini. Ke depannya, kami akan kembangkan lagi untuk budidaya ikan air tawar dan pertanian hidroponik,” ujar Kepala Distrik Klamono, Oktofianus Kolin, saat meninjau lokasi bantuan.
Melalui program ini, jelas Oktofianus, setidaknya 10 KK di Kampung Posa kini bisa menikmati akses air bersih secara lebih mudah, efisien, dan berkelanjutan.
Yang menarik, teknologi solar water treatment ini tidak hanya mengandalkan energi matahari. Filter air yang digunakan memanfaatkan karbon arang aktif dari bonggol jagung, yang merupakan bahan alami yang ramah lingkungan sekaligus memiliki daya serap tinggi terhadap zat pencemar.
“Bantuan Pertamina Drilling bukan sekadar solar water treatment semata. Filter air yang digunakan memanfaatkan karbon arang aktif dari bonggol jagung. Air hasil filter ini sudah diuji di laboratorium Puskesmas Sorong Timur,” jelas Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita.
Avep menjelaskan, sistem ini bekerja dengan menampung air sungai ke dalam bak penampungan, kemudian disaring menggunakan filter arang aktif sebelum dialirkan ke kolam bioflok dan toren distribusi. Pompa air bertenaga surya membuat sistem ini bebas emisi, efisien, dan hemat biaya listrik.
Aspek ESG
Program solar water treatment ini menjadi wujud nyata penerapan nilai ESG (Environmental, Social, and Governance) oleh Pertamina Drilling. Dari sisi lingkungan (environmental), program ini membantu memurnikan air sungai, mengurangi polusi, dan menekan emisi karbon dengan penggunaan energi surya.
Aspek sosial (social) tercermin melalui pelibatan langsung masyarakat Klamono dalam pengelolaan air dan pengembangan ekonomi berbasis budidaya ikan air tawar serta pertanian hidroponik. Sementara dari sisi governance, program ini menjadi bukti komitmen perusahaan terhadap pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Melalui inisiatif ini, Pertamina Drilling tidak hanya menghadirkan air bersih, tetapi juga menyalakan harapan baru bagi masyarakat Klamono, bahwa akses terhadap air layak bukanlah kemewahan, melainkan hak dasar yang bisa diwujudkan dengan kolaborasi, inovasi, dan kepedulian.
“Program ini adalah bukti nyata bahwa energi tidak hanya menggerakkan industri, tapi juga kehidupan,” ungkap Avep.









Tinggalkan Balasan