Prof. Soebroto, Menteri Pertambangan dan Energi tahun 1978-1988.

Medan, Petrominer – Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia, dan bukan sunset industri. Untuk itu, para pemegang kepentingan daerah atau Kepala Daerah harus mendukung industri ini guna mewujudkan target 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari pada tahun 2030 mendatang.

Demikian disampaikan Prof. Soebroto, begawan migas yang juga Menteri Pertambangan dan Energi tahun 1978-1988, dalam upaya membakar semangat peserta 2nd Northern Sumatra Forum di Medan, Kamis (27/10).

Di hadapan para peserta NSF 2022, Soebroto yang hadir sebagai pengisi acara Inspiration Talk menyebut pekerja dan masyarakat yang mendukung industri hulu migas sebagai pejuang migas. Pria 99 tahun ini juga mengajak SKK Migas, KKKS dan stakeholder migas serta masyarakat untuk tetap bersemangat menuju Indonesia Emas tahun 2045.

“Selamat berjuang, industri ini masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia dan, industri migas bukanlah sunset industri, tapi sunrise industri,” ungkapnya yang disampaikan secara daring.

2nd Northern Sumatra Forum secara resmi dibuka secara bersama-sama oleh Wakil Kepala SKK Migas, Fatar Yani Abdurrahman, Kepala  Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus, Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi, Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansyarullah, Gubernur Riau yang diwakili Kadis ESDM Evarefita, Gubernur Kepri yang diwakili Kadis ESDM Darwin, dan Gubernur Aceh yang diwakili oleh Mahdinur. Mereka menyentuh tombol simbolik di layar besar LED di atas panggung Ballroom Hotel Adimulia.

Dalam sambutannya, Fatar Yani menyampaikan bahwa kita perlu bersatu dalam semangat kebangsaan dan langkah bersama untuk menjalankan kegiatan Industri hulu migas ke depan yang cukup  menantang. Perlu semangat dan kerja keras untuk  menemukan sumber tambahan produksi migas dan cadangan migas yang baru melalui kegiatan eksplorasi dan pengeboran pengembangan yang masif di seluruh wilayah kerja migas di Indonesia khususnya di Sumbagut, untuk mencapai visi hulu migas tahun 2030.

“Mari terus kita bergandengan tangan dan sinergi antara Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat dan  Industri hulu migas di Wilayah Sumbagut untuk mencapai target nasional yang tentunya akan berdampak ke daerah,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here