Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) menegaskan bahwa penetapan tarif tenaga listrik (TTL) merupakan kewenangan Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan harus mendapat pesertujuan DPR RI. Selanjutnya, PLN sebagai badan usaha milik negara (BUMN) akan mengikuti semua regulasi dan ketetapan yang diambil Pemerintah.

Plt. Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN, Dwi Suryo Abdullah, menyatakan bahwa suplai listrik kepada masyarakat telah menjadi prioritas utama PLN. Selain kehandalan sistem, sisi ekonomi juga sangat diperhatikan. Hal ini tetunya demi ketersediaan listrik yang terjangkau bagi masyarakat yang diwujudkan dalam tarif tenaga listrik yang tidak pernah mengalami kenaikan sejak tahun 2015, bahkan mengalami penurunan dan tetap sejak 1 Januari 2017.

“Hal ini dilakukan untuk mendukung daya saing produk industri dan manufaktur sehingga memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Suryo, Rabu (3/7).

Sesuai Undang-Undang No 30 Tahun 2009 Pasal 34 ayat 1 tentang kewenangan pemerintah dalam menetapkan tarif tenaga listrik untuk konsumen dengan persetujuan DPR. Dimana penetapan tarif tenaga listrik dilakukan oleh Pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM dan harus mendapat persetujuan dari DPR. Selanjutnya PLN sebagai Badan Usaha Milik Negara akan mengikuti semua regulasi dan ketetapan yang diambil Pemerintah.

Penetapan Tarif Tenaga Listrik yang diatur oleh Pemerintah, dikenal dengan Tarif adjusment (TA), baik untuk golongan tarif non subsidi maupun subsidi. Tarif adjustment ini dihitung berdasarkan tiga hal, yaitu kurs rupiah terhadap dolar AS, inflasi dan harga minyak mentah Indonesia (ICP).

“Dalam menentukan tarif Pemerintah sangat memperhatikan kemampuan ekonomi masyarakat, sehingga dimungkinkan hingga akhir tahun 2019 tidak ada kenaikan tarif,” tegas Suryo.

Hingga Mei 2019, PLN berhasil menaikan rasio elektrifikasi nasional sebesar 98,5 persen. Hal tersebut tentu tidak lepas dari peran seluruh insan PLN dalam upaya percepatan pembangunan kelistrikan di tanah air. Selain itu, PLN berhasil mencetak laba bersih sebesar 4,2 Triliun rupiah pada Triwulan I 2019 sebagai hasil dari berbagai upaya perseroan seperti pertumbuhan penjualan, peningkatan kinerja operasi dan keuangan, serta efisiensi operasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here