Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Syafruddin, melakukan groundbreaking fasilitas pemurnian (smelter) feronikel PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Sabtu (15/6).

Kolaka, Petrominer – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, melakukan groundbreaking fasilitas pemurnian (smelter) feronikel di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Sabtu (15/6). Smelter milik PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) dibangun mengadopsi teknologi rotary kiln electric furnace (RKEF).

Smelter CNI ini nantinya dapat mengolah nikel dengan kapasitas input bijih (ore) 5 juta ton dan output dalam bentuk feronikel sebanyak 230.000 ton dengan kadar nikel 22-24 persen per tahunnya. Kebutuhan listrik untuk operasional smelter diperkirakan mencapai 350 MW.

Menurut Arcandra, pembangunan fasilitas pemurnian atau smelter ini merupakan implementasi kebijakan peningkatan nilai tambah mineral di dalam negeri sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Groundbreaking smelter ini juga menjadi komitmen pemerintah untuk terus mendorong pelaku usaha pertambangan dalam mendukung upaya percepatan hilirisasi di sektor pertambangan. Inilah yang kita inginkan (pembangunan smelter) agar bisa menghasilkan efek nilai tambah yang lebih besar dari sekedar menjual raw material,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama CNI, Derian Sakmiwata, menjelaskan bahwa smelter ini ditargetkan mulai beroperasi akhir tahun 2021. Pembangunan infrastruktur utama dan pendukung smelter feronikel ini ditargetkan selesai Desember tahun 2021, dengan total nilai investasi sebesar Rp14,4 triliun.

Pembangunan smelter ini, ujar Derian, akan terus diawasi oleh Kementerian ESDM dengan melakukan pengawasan kemajuan pembangunan secara berkala setiap 6 bulan dan juga ketersediaan cadangan bijih nikel untuk operasional fasilitas pemurnian.

“Adanya fasilitas pemurnian di provinsi Sulawesi Tenggara ini diharapkan dapat menjadi roda penggerak ekonomi daerah khususnya di Kabupaten Kolaka dan sekitarnya,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here