Fatar Yani Abdurrahman.

Jakarta, Petrominer – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan optimis serapan gas di dalam negeri bakal terus meningkat. Ini tentunya akan meningkatkan penerimaan negara dan juga meningkatkan roda perekonomian nasional.

Hal itu disampaikan Wakil Kepala SKK Migas, Fatar Yani Abdurrahman, usai menyaksikan penandatangan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dengan PT Pupuk Kujang dan PT Pertagas Niaga dengan PT Pupuk Iskandar Muda yang dilaksanakan secara daring, Senin (31/8).

“Melalui PJBG yang ditandatangani hari ini, kami harapkan pasokan gas dari hulu dapat meningkatkan penyerapan gas. Hal ini tidak hanya berarti akan meningkatkan penerimaan negara dari sektor hulu migas, namun juga meningkatkan roda perekonomian nasional dengan meningkatnya aktivitas industri pupuk yang sangat dibutuhkan oleh para petani,” ujar Fatar.

Menurutnya, saat ini pasokan gas hulu ke PGN yang berasal dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (yaitu ConocoPhillips, Pertamina EP dan PHE Jambi Merang), belum terserap secara optimal. Untuk itu, SKK Migas akan berkoordinasi dengan pihak buyer untuk segera mencari keputusan agar sisa gas ini dapat terserap seluruhnya.

“Kepada pelaku usaha industri hilir, kami menyampaikan kesekian kalinya bahwa dukungan negara melalui kebijakan penyesuaian harga gas sudah sangat besar, dengan mengurangi bagian negara dari sisi hulu agar harga di end user dapat lebih bersaing. Hal ini sebagai upaya untuk mencapai affordability,” ungkap Fatar.

Sebelumnya, sejak Mei hingga Juli 2020, SKK Migas telah menindaklanjuti kebijakan Pemerintah yang dituangkan dalam Peraturan Menteri ESDM No 8 Tahun 2020 dan Keputuran Menteri ESDM No. 89K tahun 2020 dengan menandatangani 23 Dokumen Side Letter PSC antara SKK Migas dan KKKS serta penandatanganan 59 Letter of Agreement antara penjual dan pembeli gas. Seluruh volume gas yang terkontrak dan mendapatkan kebijakan pemerintah tersebut mencapai 2.136,02 BBTUD.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here