Sekretaris SKK Migas, Taslim Yunus, dan Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi, Ahmad Dofiri, usai menandatangani nota kesepahaman Perjanjian Kerja Sama Teknis (PKT).

Bandung, Petrominer – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bekerja sama dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat dalam pengamanan obyek vital nasional (obvitnas) industri hulu migas di wilayah provinsi Jawa Barat.

Kerjasama tersebut dituangkan dalam sebuah nota kesepahaman tentang Perjanjian Kerja Sama Teknis (PKT) yang ditandatangani oleh Sekretaris SKK Migas, Taslim Yunus, dan Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Ahmad Dofiri, Jum’at (10/9).

Ruang lingkup PKT antara SKK Migas dengan Polda Jawa Barat antara lain pengamanan obvitnas industri hulu migas di Provinsi Jawa Barat, dan meningkatkan koordinasi bantuan jasa pengamanan untuk meningkatkan kamtibmas di wilayah kerja PT Pertamina EP Regional 2 Zona VII di Provinsi Jawa Barat.

Menurut Taslim, penandatanganan kerjasama dengan Polda Jabar ini merupakan kerjasama agresif untuk mengamankan pencapaian target 1 Juta BOPD dan 12 BSCFD pada tahun 2030.

“Kami berharap, penandatanganan ini akan meningkatkan sinergitas Polda Jabar, SKK Migas dan Pertamina EP, sehingga iklim investasi berjalan kondusif,” paparnya.

Nota kesepahaman SKK Migas dengan Pola Jawa Barat merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara SKK Migas dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia tentang Bantuan Pengamanan dan Penegakan Hukum pada Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

“Jawa Barat masih merupakan salah satu provinsi yang memberikan kontribusi cukup signifikan dalam capaian produksi dan lifting migas secara nasional. Status data produksi per 31 Juli 2021, produksi minyak di Jawa Barat mencapai 40.145 juta barel per hari (BOPD) dan 352 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD),” ujar Taslim.

Sementara Kapolda Jabar mengatakan, pengamanan obyek vital nasional memiliki peran yang krusial dalam menjamin keberlangsungan pembangunan terutama pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19. Untuk itu, Polda Jabar dan seluruh fungsi mendukung sepenuhnya pengamanan obyek vital.

Untuk wilayah kerja tersebut, pihak Dit. Obvit Polda Jabar akan mengkoordinasikan 14 personil pengamanan.

“Saya berharap penempatan anggota Polri di obyek vital nasional bukan hanya sebagai tenaga pengamanan saja, namun sebagai Pembina dan dilibatkan sebagai problem solver bersama SKK Migas,” katanya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here