Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menunjukkan Nota Kesepahaman tentang Penumbuhan Wirausaha Baru Industri Kecil dan Industri Menengah bagi Penerima Manfaat Program Keluarga.

Jakarta, Petrominer – Kementerian Perindustrian dan Kementerian Sosial sepakat bersinergi untuk mencapai target pertumbuhan wirausaha baru lebih dari 3.000 orang tahun 2019 ini. Ini dituangkan dalam sebuah Nota Kesepahaman tentang Penumbuhan Wirausaha Baru Industri Kecil dan Menengah (IKM) bagi Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan dan Penerima Manfaat Bidang Kesejahteraan Sosial Lainnya.

MoU tersebut ditandatangani oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Jum’at lalu (8/3).

Ruang lingkup MoU tersebut, meliputi pertukaran data dan informasi, penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan dan bimbingan teknis untuk menghasilkan wirausaha baru yang mandiri, penyelenggaraan program, serta kegiatan berbasis digital dalam rangka pengembangan pasar. Pemerintah juga menyediakan akses pembiayaan, memfasilitasi dan kemudahan penyediaan bahan baku, serta pengembangan kerja sama kelembagaan lainnya.

Menurut Airlanngga, sejak tahun 2015 sampai akhir tahun 2018, Kemenperin telah memberikan bimbingan teknis kepada 44.294 pelaku IKM dan fasilitasi legalitas usaha kepada 11.289 IKM. Selain itu, sejak tahun 2017, Kemenperin juga melakukan edukasi dan pembinaan terhadap IKM mengenai e-commerce melalui program e-Smart IKM. Ini merupakan upaya Pemerintah memperluas akses pasar IKM dan memperbesar presentase produk Indonesia di e-commerce.

“Sebanyak 5.945 IKM di seluruh Indonesia telah mengikuti workshop e-Smart IKM dan membukukan transaksi lebih dari Rp 1,38 miliar tahun 2018. Upaya pemberdayaan IKM melalui e-commerce ini sejalan dengan 10 Prioritas Nasional Making Indonesia 4.0 yaitu Pemberdayaan UMKM melalui teknologi,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih, menjelaskan bahwa tren ekonomi digital yang berkembang pesat semakin mendorong IKM nasional aktif memasarkan produknya melalui perdagangan online. Melalui program e-Smart IKM, Kemenperin telah bekerja sama dengan marketplace dalam negeri, di antaranya adalah Bukalapak, Tokopedia, Shopee, BliBli, Blanja.com, Ralali, dan Gojek Indonesia.

“Melalui berbagai kerja sama, diharapkan akan terjadi sinergi dalam pengembangan dan pembinaan IKM yang mengarah pada one stop solution,” ungkap Gati.

Dia memberi contoh, kolaborasi dengan Google dalam rangka pengembangan kemampuan IKM dalam pemanfaatan fitur-fitur pada aplikasi Google untuk promosi produk dan pengembangan bisnis online.

Berdasarkan penelitian Deloitte Accesss Economics, pemanfaatan teknologi digital seperti melalui media sosial, internet broadband, dan e-Commerce membuka peluang bagi para pelaku IKM tumbuh dan berkembang. Pemanfaatan teknologi digital tersebut juga memberikan keuntungan terhadap kenaikan pendapatan hingga 80 persen.

Selama ini, IKM berperan penting sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Dengan kontribusinya, IKM mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, stabilitas sosial, dan pengembangan sektor swasta yang dinamis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here