, , ,

Sinergi PGN-UMKM demi Ekonomi Berkelanjutan

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berkomitmen menyediakan sumber energi yang bersih dan ekonomis di berbagai sektor ekonomi, termasuk untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Dengan begitu, kemampuan UMKM bisa meningkat dan mampu menunjang pembangunan ekonomi berkelanjuta.

Menurut Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, UMKM merupakan bagian dari segmen usaha distribusi PGN dengan menggunakan moda distribusi pipa maupun non pipa. PGN menargetkan untuk meneruskan pemanfaatan gas bumi ke UMKM, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat daya beli lebih tinggi.

“Pada prinsipnya, PGN ingin meningkatkan kemampuan UMKM di berbagai wilayah dapat mandiri dan berdaya saing, sehingga mampu menunjang pembangunan ekonomi berkelanjutan. Dengan performa gas yang mengalir 24 jam dan harganya yang lebih terjangkau, akan mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya,” ujar Rachmat, Selasa (11/8).

Dia menjelaskan, UMKM tergolong sebagai Pelanggan Kecil (PK) PGN. Kelompok pelanggan ini memanfaatkan energi gas bumi tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga tetapi juga untuk usaha komersial. Ada yang bergerak di bidang kuliner, bahan baku makanan, laundry, kerajinan, dan sebagainya.

Efisiensi biaya energi dapat menunjang peningkatan produksi dan pengembangan usaha, serta menyerap lebih banyak tenaga kerja. Penggunaan gas bumi mampu meningkatkan produksi usaha rumahan produsen tepung roti, Hedo Panko, di wilayah Kedaton Lampung. Produsen roti ini tidak hanya dapat produksi di pagi hari, tetapi juga setiap saat karena aliran gas bumi tersedia 24 jam.

“Dalam kurun waktu tiga bulan, Hedo Panko mampu menyerap tenaga kerja sekitar 50 orang. Bahkan, pemilik usaha ini dapat mengembangkan produk lainnya, yaitu produksi nugget ayam, jadi tidak hanya tepung roti saja,” ungkap Rachmat.

Begitu juga dengan pemilik Warung Lesehan Kushadi di Pasuruan, Jawa Timur. Dengan menggunakan gas bumi, dia bisa menghemat biaya bahan bakar sekitar 50 persen. Allhasil bisa meraih keuntungan lebih banyak.

“Kami membuka kesempatan yang sebesar-besarya bagi pegiat UMKM lain yang berminat untuk menggunakan gas bumi sebagai bahan bakar. Harapannya, bagi UMKM pengguna gas bumi dapat semakin berkembang usahanya sehingga bisa memajukan perekonomian,” ungkap Rachmat.

Wilayah kegiatan usaha distribusi PGN, termasuk untuk UMKM, dikelola oleh Sales Area di berbagai daerah. Saat ini, PGN memiliki 19 Sales Area yang menjalankan kegiatan usaha distribusi dan niaga di berbagai wilayah, diantaranya di Jabodetabek, Palembang, Lampung, Batam, Riau, Pekanbaru, Dumai Medan, Cirebon, Cilegon, Semarang, Pasuruan, Sidoarjo, Tarakan hingga Sorong.

Desa Binaan

Selain menyediakan energi bersih dan ekonomis, PGN juga komitmen menggerakkan UMKM melalui Program Kemitraan CSR di Desa Binaan sekitar wilayah Offstake Station PGN. Ada BUMDES Sabar Subur di Teluk Terate, Banten; BUMDES Tri Daya, Minosari Prima, Labuhan Maringgai Lampung; BUMDES Pagardewa di Muara Enim, Sumatera Selatan, Kelompok Pengasap Ikan dan Resto Apung di Kampung Ikan Asap Sidoarjo; Kelompok Rulaku di Desa Kupang Sidoarjo; dan KPKM Tembesi Tower di Batam.

“Rata-rata UMKM yang berada di Desa Binaan PGN bergerak di bidang kuliner, jual beli hasil pertanian, dan kebutuhan pokok atau sembako. PGN membantu pengembangan program ekonomi kreatif agar bisa memberikan tambahan pendapatan, dan memaksimalkan hasil dari UMKM yang ada,” jelas Rachmat.

Program ini juga diharapkan dapat menyerap tenaga kerja dan mengurangi tingkat pengangguran di desa binaan. Ekonomi kreatif yang telah dikembangkan diharapkan mampu memunculkan ide-ide baru ataupun inovasi yang dapat dimanfaatkan bersama.

PGN juga masih mengawal pengelolaan Balai Ekonomi Desa (Balkondes) dan homestay Karangrejo serta desa binaan Kampung Palawija, Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah sampai masyarakat setempat dipastikan mampu mandiri dan berdaya saing.

“Dari program di sana, kami berupaya untuk bisa menggerakkan kesiapan masyarakat untuk berwirausaha, meskipun masih taraf UMKM dengan memberdayakan potensi kuliner dan kerajinan yang bisa dipasarkan kepada ara wisatawan,” ujar Rachmat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *