Jakarta, Petrominer – GE Indonesia menjadi tuan rumah simposium perdana State of the Art, yang menampilkan kemampuan inovatif GE sebagai perusahaan energi independen masa depan yakni GE Vernova. Inovasi ini bertujuan memastikan kelistrikan yang fleksibel, terjangkau, dan handal bagi Indonesia, serta percepatan transisi energi Indonesia.
Simposium ini mengangkat topik mengenai percepatan transisi energi di Indonesia dan mengundang kolaborasi dengan para stakeholder dari berbagai sektor, seperti pembangkit listrik, pertambangan dan pengolahan mineral, kendaraan listrik dan industri manufaktur baterai.
“Simposium State of the Art merupakan kesempatan emas untuk berdiskusi mengenai urgensi investasi dan kolaborasi dalam mendukung agenda iklim Indonesia,” kata President, Services, Asia, GE Gas Power, Amol Mody, pada pembukaan simposium, Jum’at (12/5).
Mengingat Indonesia memiliki sumber daya gas alam yang melimpah, Mody menegaskan bahwa GE berkomitmen untuk mendukung transisi energi dari batubara ke gas yang dapat mengurangi emisi CO2 hingga 60 persen. Hal itu dilakukan bersamaan dengan melakukan penyebaran energi terbarukan yang cepat dan strategis, serta menawarkan energi handal dan terjangkau.
“Kami juga akan terus mengadvokasi kebijakan berkelanjutan yang transparan dan inklusif demi memastikan tersedianya opsi energi terbarukan yang efektif,” tegasnya.
Simposium menampilkan Direktur Jenderal EBTKE Dadan Kusdiana dan Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar AS di Jakarta, Michael F. Kleine sebagai keynote speech.
Sorotan lain dari simposium adalah thought leadership panel yang menampilkan Rachmat Kaimuddin, Deputi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Transportasi – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi; Cita Dewi, Wakil Presiden Eksekutif Perencanaan dan Rekayasa Energi Baru dan Terbarukan PLN; Sripeni Inten Cahyani, Tenaga Ahli Menteri ESDM, Imron Gazali, Direktur dan Chief Operating Officer PT Medco Power Indonesia; dan Kaz Fukui, Decarbonization Leader, Asia, GE Gas Power untuk memetakan jalur realistis terkait transisi Indonesia dari batu bara ke gas, energi hibrida dan energi terbarukan. Dalam diskusi juga ditegaskan peran penting Indonesia sebagai pusat regional masa depan baik untuk penangkapan dan penyerapan karbon, dan ekspor hidrogen dan amonia.








Tinggalkan Balasan