Jakarta, Petrominer – PT United Tractors Tbk. akan melaksanakan program pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimum Rp 2 triliun untuk saham yang telah diterbitkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Program ini akan dilaksanakan sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan yang terkait dengan pembelian kembali saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.
Corporate Secretary United Tractors, Ari Setiyawan, mengatakan program pembelian kembali saham ini berlangsung mulai tanggal 31 Oktober 2025 hingga 30 Januari 2026, yang mencakup periode maksimum tiga bulan terhitung sejak tanggal Keterbukaan Informasi pada 30 Oktober 2025. Program ini diperkirakan akan meningkatkan nilai (value accretive) bagi pemegang saham di tengah fluktuasi pasar.
“Program ini mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek Perseroan dan kemampuannya untuk menghasilkan arus kas yang berkelanjutan. Program ini juga bertujuan untuk mendukung Pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar modal,” ujar Ari dalam pernyataan tertulis yang diterima PETROMINER, Kamis (30/10).
Sebelumnya pada 12 September 2025 lalu, United Tractors, melalui anak perusahaannya PT Danusa Tambang Nusantara (DTN), telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat untuk mengakuisisi PT Arafura Surya Alam (ASA) dengan total nilai perusahaan (enterprise value) sebesar US$ 540 juta.
Ari menjelaskan, ASA adalah perusahaan pertambangan emas dan anak perusahaan dari PT J Resources Nusantara (anak perusahaan PT J Resources Asia Pasifik Tbk), yang memegang Izin Usaha Pertambangan–Operasi Produksi (IUP-OP) untuk sebuah blok penambangan tunggal, yaitu Blok Doup di Sulawesi Utara. Wilayah tambang ini memiliki cadangan bijih gabungan yang terbukti dan terukur sesuai JORC sebesar 1,57 juta ons deposit emas yang terkandung dalam sumber daya mineral terukur, terindikasi, dan tereka sebesar 3,11 juta ons emas.
“Penyelesaian akuisisi ini tergantung pada pemenuhan persyaratan pendahuluan (condition precedents) dan diharapkan selambat-lambatnya akhir tahun 2025 ini,” ungkapnya.
Laba Turun
Pada kesempatan yang sama, Ari menyampaikan bahwa sampai triwulan ketiga 2025, United Tractors membukukan pendapatan bersih Rp100,5 triliun. Capaian ini naik 1 persen dari Rp 99,6 triliun, yang diraih pada periode yang sama di tahun 2024.
Pendapatan bersih tersebut berasal dari segmen Kontraktor penambangan sebesar Rp 40,2 triliun, turun 8 persen dari periode yang sama tahun lalu. Segmen Mesin Konstruksi Rp 29,3 triliun, naik 11 persen. Segmen Pertambangan Batubara Termal dan Metalurgi Rp 18,8 triliun, turun 9 persen. Dan segmen Pertambangan Emas dan Mineral Lainnya sebesar Rp 10,3 triliun, naik 53 persen.
Namun, dengan raihan pendapatan tersebut, laba bersih United Tractors turun 26 persen menjadi Rp 11,5 triliun. Penyebabnya, penurunan kontribusi dari segmen Kontraktor Penambangan yang terkendala curah hujan tinggi dan segmen Pertambangan Batubara Termal dan Metalurgi akibat harga jual batubara yang lebih rendah. Meski begitu, terdapat peningkatan kontribusi terutama dari Pertambangan Emas.









Tinggalkan Balasan