Panen padi perdana Program Sentani Harita Nickel di Desa Buton, Pulau Obi, Rabu (20/7).

Labuha, Petrominer – Harita Nickel terus berupaya menciptakan multi manfaat atas kehadirannya di Pulau Obi, Halmahera Selatan. Selain membuka lahan pekerjaan, perusahaan pertambangan dan hilirisasi ini ikut mendorong produktivitas petani melalui Program Sentra Ketahanan Pangan Obi (Sentani).

Program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) di sektor pertanian ini digelar di Desa Buton dan Desa Akegula, Kecamatan Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian guna menambah pendapatan petani dan mewujudkan ketahanan pangan di Pulau Obi.

“Program Sentani ini sekaligus menjadi satu jawaban konkret Harita Nickel terhadap cita-cita peningkatan kesejahteraan petani dan swasembada pangan nasional,” kata Head of External Relations Harita Nickel, Stevi Thomas, Senin (25/7).

Stevi menjelaskan, program ini melibatkan Dinas Pertanian Kabupaten Halsel, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Kelompok Tani (poktan). Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, kemandirian pangan, serta indeks nilai tukar petani di wilayah Obi.

Lebih lanjut, Department Head of Community Affairs & Land Acquisition Harita Nickel, Latif Supriadi, menjelaskan bahwa dalam Program Sentani, kelompok tani mendapat bimbingan budi daya, dukungan sarana dan prasarana pertanian, serta dukungan terhadap penyerapan pasar. Adapun komoditas yang dikembangkan yaitu demplot padi di lahan seluas 3 hektar dan semangka di lahan seluas 4 hektar.

“Ini merupakan pengembangan program tahap pertama. Kedua komoditas tersebut memiliki potensi budidaya dan penyerapan hasil panen yang besar. Mayoritas hasil panen diserap oleh Harita Nickel dan sebagian lagi oleh masyarakat,” kata Latif.

Saat ini, karena keterbatasan stok di Pulau Obi, Harita Nickel banyak menyerap bahan pangan dari luar daerah. Lamanya waktu tempuh tak jarang membuat kualitas bahan pangan terutama buah dan sayur menurun. Tentunya, kondisi ini membuka peluang bagi kelompok tani di Pulau Obi untuk menawarkan produk yang lebih baik.

“Mereka juga berpeluang untuk memenuhi tingginya permintaan beras dari pihak perusahaan,” papar Latif.

Menurutnya, sejak Program Sentani diresmikan akhir Maret 2022 lalu, poktan binaan Harita Nickel telah melakukan panen perdana buah semangka sebanyak 1,1 ton pada awal Juni 2022 lalu dan menghasilkan gabah kering panen (GKP) perdana sebanyak 4,8 ton per hektar minggu lalu.

“Hasil panen ditampung oleh BUMDes setempat, kemudian dijual kepada para konsumen terutama Harita Nickel,” ungkap Latif.

Melihat animo poktan dan hasil panen yang baik, Harita Nickel berencana menambah luas area tanam demi produktivitas yang lebih optimal. Perusahaan ini akan terus bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Halsel, BUMDes, dan poktan untuk melakukan perluasan lahan tanam padi sekitar 7 hektar, sehingga totalnya akan menjadi 10 hektar.

Direktur BUMDes Desa Buton, Mahfud Lohor, mengakui adanya peningkatan hasil panen secara signifikan sejak poktan dibimbing oleh Harita Nickel.

“Program Sentani membuat hasil panen meningkat. Potensi panen kali ini mencapai 4,8 ton GKP, atau 4 kali lebih banyak dibandingkan hasil petani sebelum ada pendampingan,” ungkap Mahfud yang hadir dalam acara panen padi perdana di Desa Buton, Rabu (20/7).

Hal senada terkait peningkatan hasil panen juga disampaikan seorang anggota poktan di Desa Buton, Darwan Abdul Hasan. Menurutnya, pendampingan dari Harita Nickel memberikan hasil yang sangat memuaskan.

“Pendampingan ini merupakan yang pertama kami dapatkan. Hasilnya pun sangat memuaskan. Biasanya kami memanen 1 ton GKP dari satu hektare, tetapi kini bisa mencapai lebih dari 4 ton,” ungkap Darwan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here