Jakarta, Petrominer – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tetap mencetak kinerja positif meski terimbas pandemi Covid-19 serta menurunnya harga batubara dunia. Laba bersih pun diraih sebesar Rp 1,3 triliun, dari pendapatan sebesar Rp 9 triliun selama enam bulan pertama 2020 ini.

Direktur Utama PTBA, Arviyan Arifin, menjelaskan bahwa kinerja PTBA selama Semester I-2020 cukup terdampak oleh pandemi Covid-19 yang menyebabkan penurunan konsumsi energi akibat diberlakukannya lockdown di beberapa negara tujuan ekspor seperti China dan India. Begitu juga dengan kondisi di dalam negeri yang menjadi pasar mayoritas PTBA.

“Turunnya konsumsi listrik di wilayah besar Indonesia seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa dan Bali juga berdampak pada penyerapan batu bara domestic,” ujar Arviyan dalam jumpa pers yang digelar secara virtual, Selasa (30/9).

Tidak hanya itu, jelasnya, harga batubara yang terus merosot selama tahun ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi PTBA. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), harga batubara acuan (HBA) pada Semester I-2020 merosot sekitar 20 persen, dari US$ 65,93 per ton pada bulan Januari 2020 menjadi US$ 52,98 per ton pada bulan Juni 2020.

Akibatnya, menurut Arviyan, beban pokok penjualan PTBA hingga paruh pertama 2020 turun 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni dari Rp 6,9 triliun menjadi Rp 6,4 triliun. Meski begitu, aset perusahaan per Juni 2020 tercatat masih kuat dan berada di angka Rp 26,9 triliun, dengan komposisi kas dan setara kas sebesar Rp 8,6 triliun atau 32 persen dari total aset.

Strategi Efisiensi

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa efisiensi menjadi salah satu strategi PTBA untuk menjaga dan mencatatkan kinerja positif di tengah volatilitas harga dan berkurangnya permintaan pasokan batu bara.

“Beberapa strategi efisiensi yang telah dilakukan adalah terus melakukan upaya penurunan biaya usaha dan biaya pokok produksi. Ini dilakukan melalui penerapan berbagai optimasi biaya penambangan seperti pemangkasan jarak angkut dan penurunan stripping ratio,” ungkap Arviyan.

Sementara dari sisi produksi, PTBA mampu menghasilkan 12 juta ton hingga Juni 2020. Hal ini diiringi dengan kinerja angkutan batubara yang juga menunjukkan performa positif. Selama Semester I-2020, kapasitas angkutan batubara tercatat mencapai 11,7 juta ton.

“Masih terjaganya kinerja operasional perusahaan hingga Semester I-2020 tak lain merupakan hasil dari penerapan operational excellence yang berkelanjutan dan perluasan pasar yang menjadi strategi perusahaan dalam menjalankan bisnis di tahun ini,” tegasnya.

Untuk sisa tahun 2020 ini, PTBA melakukan penyesuaian angka produksi batubara, dari target awal 30,3 juta ton menjadi 25,1 juta ton. Ini dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi pasar global di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here