PLN mendapatkan penugasan Pemerintah melalui Perpres 4 Tahun 2016 yang dikenal dengan Program 35.000 megawatt (MW) yang saat ini sedang terus dikerjakan. (Petrominer/Fachry Latief)

Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) mencatat kenaikan penjualan listrik sebesar 0,95 persen pada Semester I-2020 dibandingkan periode yang sama setahun lalu. Kenaikan ini menopang pertumbuhan pendapatan PLN sebesar 1,5 persen.

Pada periode Januari-Juni 2020, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menjual listrik sebesar 119.651 giga watt hour (GWh), naik 1.129 GWh dari penjualan pada periode Januari-Juni 2019 yang sebesar 118.522 GWh. Sementara pendapatan dari penjualan listrik tumbuh 1,5 persen atau Rp 1,96 triliun, dari Rp 133,45 Triliun pada Semester I-2019 menjadi Rp 135,41 triliun pada Semester I-2020.

“Semua ini diperoleh dengan tarif tenaga listrik yang tidak mengalami perubahan sejak tahun 2017,” ujar Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, Agung Murdifi, Selasa (28/7).

Mengutip Laporan Keuangan PLN Semester I-2020, Agung menyampaikan bahwa PLN mampu membukukan pendapatan usaha Rp 139,78 Triliun. Kinerja ini naik 1,6 persen dibandingkan Semester I-2019. Sementara EBITDA PLN Semester I-2020 senilai Rp 35,29 triliun, dengan EBITDA Margin sebesar 21,4 persen.

Peningkatan penjualan listrik didukung oleh pertumbuhan jumlah pelanggan, di mana sampai akhir Juni 2020 telah mencapai 77,19 juta. Jumlah ini naik sebanyak 3,59 juta pelanggan dibandingkan posisi akhir Juni 2019 yang sebanyak 73,6 juta pelanggan.

Sementara untuk pertumbuhan infrastruktur ketenagalistrikan sampai Juni 2020, PLN telah menambah kapasitas terpasang pembangkit sebesar 1.285,2 Mega Watt (MW), jaringan transmisi khususnya untuk evakuasi daya pembangkit yang telah beroperasi mengalami peningkatan sepanjang 950,9 kilometer sirkuit (kms), dan penambahan kapasitas Gardu Induk sebesar 2.890 Mega Volt Ampere (MVA).

Lebih lanjut, Agung menjelaskan bahwa upaya efisiensi biaya operasional juga terus dilakukan PLN, khususnya biaya pemakaian bahan bakar. Untuk periode Semester I-2020, biaya pemakaian bahan bakar lebih rendah dibandingkan periode Semester I-2019.

“BPP Semester I-2020 adalah Rp 1.368 per kWh, yang lebih rendah Rp 21 dibandingkan BPP pada periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp 1.389 per kWh,” ungkapnya.

Menurut Agung, selengkapnya terkait Laporan Keuangan PLN Semester I-2020 dapat dilihat di www.pln.co.id, menu Investor.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here