Jakarta, Petrominer – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) telah menandatangani Head of Agreement (HoA) dengan perusahaan Australia untuk memproduksi karbon aktif. Ini merupakan salah satu realisasi dari komitmennya dalam upaya hilirisasi dan peningkatan nilai tambah pertambangan batubara.

Kesepakatan ini berupa pemanfaataan karbon aktif yang akan diproduksi oleh PTBA. Kerja sama ini merupakan bukti transformasi PTBA yang terus mendorong nilai tambah hasil pertambangan batubara. PTBA menandatangani HoA dengan produsen dan pemasok karbon aktif Activated Carbon Technologies PTY, LTD (ACT) yang berbasis di Australia, akhir Desember 2020 lalu.

“Ini kembali menjadi milestone bagi PTBA dengan penandatanganan HoA bersama Activated Carbon Technologies PTY, LTD yang akan menjadi offtaker 12 ribu ton karbon aktif per tahun. Diharapkan pada tahun 2023, realisasi pengapalan pertama karbon aktif dari Tanjung Enim ke pelabuhan di Australia dapat terwujud,” ujar Direktur Pengembangan Usaha PTBA, Fuad IZ Fachroeddin, Selasa (5/1).

Dalam HoA ini, ACT bertindak sebagai calon offtaker karbon aktif yang akan diproduksi dan diolah PTBA di Tanjung Enim, Sumatra Selatan. Kualitas produk dan term komersial lainnya akan disepakati lebih lanjut oleh para pihak dalam perjanjian jual beli yang lebih rinci.

Fuad menjelaskan, karbon aktif adalah salah satu upaya hilirisasi di mana batubara diolah dan mengalami proses aktivasi, sehingga menjadi material yang di dalamnya terdapat banyak pori-pori yang berfungsi menyerap zat lain di sekitarnya.

Karbon aktif dapat dimanfaatkan untuk proses penjernihan dan pemurnian air, pemurnian gas dan udara, filter industri makanan, penghilang warna untuk industri gula dan MSG, hingga penggunaan di bidang farmasi sebagai penetral limbah obat-obatan agar tidak membahayakan lingkungan.

“PTBA berencana membangun pabrik di Kawasan Industri Tanjung Enim (BACBIE) untuk memproduksi karbon aktif sebanyak 12.000 ton per tahun dengan mengolah sebanyak 60.000 ton batu bara per tahun. Persiapan Front End Engeneering Design (FEED) untuk pabrik akan dimulai pada 2021,” ungkapnya.

CEO dan Founder ACT, Peter Cullum, sangat bergembira dengan kerja sama ini.

“Kami melihat adanya kesempatan yang sangat baik dan kemungkinan besar kesuksesan yang lebih besar dari kerja sama ini. Selain hal tersebut, kami juga melihat adanya pertumbuhan permintaan karbon aktif yang terus bertambah dan bisa kami optimalkan untuk merambah pasar lebih luas di dunia,” ujar Peter

Berdiri sejak 2003 di Perth, Australia, ACT selama ini dikenal sebagai perusahaan dan pemasok karbon aktif ternama di dunia. ACT memiliki kapasitas produksi karbon aktif di atas 40.000 ton per tahun dengan pasar global yang meliputi Australia, Selandia Baru, Eropa, Kanada, dan Amerika Serikat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here