Jakarta, Petrominer — Realisasi pasokan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM), Bahan Bakar Gas (BBG), Liquefied Petroleum Gas (LPG), Listrik, hingga antisipasi bencana geologi sebelum dan selama Idul Fitri 2017 dilaporkan pada kondisi aman. Dengan begitu, masyarakat dapat melaksanakan kegiatan mudik dan berlebaran dengan aman, tenang dan dalam suasana yang kondusif.
Demikian disampaikan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) selaku Koordinator Posko Nasional Idul Fitri 2017 Sektor ESDM, M. Fanshurullah Asa, Selasa (27/6).
“Koordinasi dan pelaksanaan tugas Posko Nasional Idul Fitri 2017 Sektor ESDM berjalan dengan baik dalam memastikan keamanan pasokan BBM dan listrik serta antisipasi bencana geologi sehingga rakyat Indonesia dapat menjalankan rangkaian perayaan Idul Fitri 2017 dengan aman dan tenang,” ujar Fanshurullah yang akrab disapa Ifan.
Meski begitu, menurutnya, tugas belum selesai. Pasalnya, masih ada periode arus balik lebaran yang juga menuntut kewaspadaan dan kesiapan semua stakeholder KESDM untuk mengamankan pasokan BBM dan Listrik serta antisipasi mitigasi bencana geologi.
“Masih ada periode arus balik Idul Fitri 2017 yang tetap harus kita waspadai dan antisipasi, diharapkan kondisi tetap aman dan tanpa gangguan,” paparnya.
Ifan menjelaskan, kesiapan sektor migas untuk penyediaan BBM dan LPG secara nasional hingga hari H Idul Fitri 2017 tidak ada kendala. Meski terdapat kekurangan di beberapa depot, namun tidak menyebabkan kelangkaan BBM.
Beberapa depot yang berada dalam posisi kritis yaitu Terminal Krueng Raya (BBM jenis Pertalite), estimasi supplai selanjutnya tanggal 29 Juni 2017 sebanyak 2.000 KL dan stok premium mencapai cadangan 22,9 hari. Terminal Toli-Toli (BBM jenis Kerosene), estimasi supplai selanjutnya tanggal 27 Juni 2017 sebanyak 1.000 KL serta untuk pengambilan BBM untuk industri akan dilakukan setelah habis lebaran, sehingga stok masih mencukupi untuk penyaluran Agen Penyalur Minyak dan Solar (AMPS).
Lainnya, terminal BBM Jober Sangu (BBM jenis Pertalite), menunggu supplai dari Pontianak OB Juwita sebanyak 1.000 KL dengan estimasi pengiriman tanggal 28 Juni 2017.
Proses penyaluran BBM dan LPG juga berjalan normal dan lancar dengan ketersediaan nasional untuk BBM jenis Premium 20,51 hari, Solar 25,17 hari, Pertalite 22,99 hari, Kerosene 114,25 hari, Pertamax 25,57 hari, Pertamax Turbo 25,02 hari, Pertamina Dex 28,71 hari, LPG 14,79 hari dan Avtur 28,75 hari.
Untuk realisasi pendistribusian BBM dari H-16 s.d hari H Idul Fitri 2017, terdapat kenaikan yang signifikan pada H-9 dengan kenaikan sebesar 64% apabila dibandingkan dengan realisasi pendistribusian BBM tahun 2016 pada periode yang sama. Terdapat kenaikan sebesar 8% pada hari H Idul Fitri 2017, dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pada subsektor ketenagalistrikan, secara nasional beban puncak siang sebagian besar dalam kondisi normal. Sistem kelistrikan wilayah kondisi normal sebanyak 21 daerah (cadangan cukup) dan 2 daerah dalam kondisi siaga (cadangan lebih kecil dari pembangkit terbesar) yaitu: Sorong + Papua Isolated dan Jayapura. Secara keseluruhan total pasokan nasional sebesar 27.580,06 MW dengan beban puncak sebesar 22.441,40 MW sehingga cadangan operasi sebesar 5.097,27 MW.
Terkait kebencanaan geologi, monitoring dilakukan secara terus menerus terhadap Gunung Sinabung dengan tingkat aktivitas level IV (Awas), terjadi 1 kali erupsi pada tanggal 25 juni 2017. Direkomendasikan masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari puncak, jarak 7 km untuk sektor selatan-tenggara, jarak 6 km untuk sektor tenggara-timur, serta jarak 4 km untuk sektor utara-timur Gunung Sinabung. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai agar tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar.
Sedangkan untuk kegempaan, tidak ada kejadian gempa bumi di atas 5 Skala Richter pada tanggal 25 Juni 2017 dari pukul 15.00 – 21.00. Sementara itu dilaporkan telah terjadi gerakan tanah di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur yaitu bencana tanah longsor di Gumitir, Desa Garahan dikarenakan kemiringan lereng yang terjal disertai hujan deras sehingga jalan penghubung Jember-Banyuwangi tertimbun. Upaya penangan yang dilakukan yakni melakukan pembersihan tanah dan kayu yang terbawa longsor agar arus lalu lintas dapat lancar kembali.









Tinggalkan Balasan