Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa. (Petrominer/pris)

Jakarta, Petrominer – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) segera akan melelang tiga proyek ruas pipa gas bumi tahun 2018 ini. Ketiga ruas pipa gas sepanjang 1.667 kilometer tersebut akan terhubung dengan ruas pipa gas Kalimantan-Jawa (Kalija).

“Kami akan mencoba melelang tiga proyek pipa gas bumi yang sudah ada di Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional,” ujar Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa, usai acara Konferensi Pers Kinerja Akhir Tahun 2017 Subsektor Migas, Selasa (9/1).

Menurut Fanshurullah, rencana induk yang berlaku saat ini mengacu pada Keputusan Menteri ESDM No. 2700 K/11/MEM tentang Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional 2012-2025.

Tiga proyek pipa gas yang akan dilelang tersebut antara lain proyek pipa gas ruas Natuna (Kepulauan Riau) ke Kalimantan Barat sepanjang 487 km, ruas Kalimantan Barat-Kalimantan Tengah sepanjang 1.018 km, dan ruas Kalimantan Tengah-Kalimantan Selatan sepanjang 192 km. Ruas-ruas pipa tersebut nantinya akan saling terintegrasi dan akan terhubung dengan ruas pipa Kalija (Kalimantan-Jawa).

“Yang dari Bontang nanti masuk ke Kalimantan termasuk ke Jawa Tengah. Semua terintegrasi, semua bisa masuk ke Natuna, Natuna masuk ke Batam, Batam bisa masuk ke wilayah Sumatra. Ini satu lingkar,” jelas Fanshurullah.

Menurutnya, upaya melelang ketiga proyek pipa gas tersebut juga bertujuan untuk memperbesar investasi di sektor ESDM, baik di hulu maupun di hilir. Total nilai investasi ketiga proyek tersebut diperkirakan mencapai US$ 1,25 miliar.

Bila dirincikan, nilai investasi pada proyek pipa gas ruas Natuna-Kalimantan Barat mencapai US$ 595 juta, ruas Kalimantan Barat-Kalimantan Tengah mencapai US$ 516 juta, dan ruas Kalimantan Tengah-Kalimantan Selatan US$ 97 juta.

Terkait pembangunan ketiga proyek jaringan pipa gas tersebut, Fanshurullah melihat adanya potensi kebutuhan gas, di antaranya Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Kalimantan Barat berkapasitas 100 megawatt (MW), PLTU Kalimantan Selatan berkapasitas 200 MW, dan lainnya.

“Kalau pipa ini dibangun juga bisa untuk pipa distribusi. Selain untuk kebutuhan industri, juga termasuk untuk rumah tangga di Kalimantan,” jelas Fanshurullah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here