Jakarta, Petrominer — Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan bahwa ketahanan energi Indonesia saat ini masih sangat rentan. Hal itu terlihat dari tata kelola energi yang masih salah urus (miss management) di sana-sini.
Sejak ditugaskan memimpin Kementerian ESDM secara sementara, Luhut menyadari banyak pekerjaan rumah yang perlu diperbaiki, utamanya terkait pengelolaan energi nasional. Dia pun sempat diingatkan bahwa manajemen pengelolaan energi akan menjadi aspek penting dalam perbaikan ke depan.
“Masalah ketahanan energi, saya diingatkan, miss management saja. Saya jadi Plt (Menteri ESDM) melihat salah urus saja. Maaf saja,” kata Luhut yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Maritim, Kamis (8/9).
Dia memandang, banyak regulasi di Kementerian ESDM yang tumpang tindih dan membuat investor enggan menanamkan investasi. Misalnya, Peraturan Pemerintah (PP) No 79/2010 tentang Biaya Operasi yang Dapat Dikembalikan dan Perlakuan Pajak Penghasilan di Bidang Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi.
Aturan itu dinilai sangat menyulitkan investor. Selain membutuhkan modal besar, investasi hulu migas sangat berisiko. Jika tidak memperoleh hasil maka itu menjadi risiko investor.
“Makanya kalau sudah dipajaki di awal, ya enggak maulah eksplorasi di sini,” tegas Luhut.
Jika Indonesia ingin membangun ekonomi melalui investasi, Luhut menyarankan untuk memberi insentif dan berbagai kemudahan. Di tengah tantangan ekonomi global yang mendera kondisi perekonomian nasional, kebijakan investasi harus dibuat semenarik mungkin.









Tinggalkan Balasan