Saham Pertamina di Maurel & Prom Naik Jadi 64 Persen

0
566

Jakarta, Petrominer — Saham PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) berhasil menambah jumlah sahamnya dalam proses penawaran (tender offer) saham Maurel & Prom pada tahap pertama. Dengan begitu porsi saham anak usaha PT Pertamina (Persero) itu menjadi 64,46 persen.

Tambahan itu berdasarkan hasil dari tender offer yang diumumkan oleh Autorité des marchés financiers (AMF) Perancis, Rabu (25/1). Terhitung mulai 1 Februari 2017, PIEP akan mengendalikan 125.924.574 lembar saham dan hak suara di Maurel & Prom, yang setara dengan 64,46% saham dan 63,35% hak suara di Maurel & Prom. Sebelumnya, saham Pertamina pada perusahaan migas asal Perancis itu sebesar 24,53 persen.

“Dengan kesuksesan pelaksanaan tender offer tahap pertama ini, kami berharap dan optimistis tender offer tahap selanjutnya akan berjalan dengan baik dan hasil optimal bagi PIEP dan Pertamina,” ujar Vice Presiden Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, Kamis (26/1).

Selain itu, jelas Wianda, PIEP juga mengendalikan 6.845.626 ORNANE (obligasi yang dapat ditukar dengan uang dan saham) 2019, atau setara dengan 46,70 persen dari outstanding ORNANE 2019. Anak perusahaan hulu Pertamina yang mengelola aset migas di luar negeri ini juga akan memegang 3.848.620 ORNANE 2021, yang setara dengan 36,88 persen dari outstanding ORNANE 2021.

Pembayaran kepada pemilik ORNANE akan dilakukan pada saat penyelesaian transaksi sekaligus penyerahan ORNANE kepada perusahaan dengan nilai 17,28 euro per ORNANE 2019 (yaitu nilai nominal plus bunga sebesar 0,02 euro), dan 11,05 euro per ORNANE 2021 (yaitu nilai nominal plus bunga sebesar 0,03 euro).

“Sesuai dengan artikel 232-4 dari AMF General Regulations, tender offer akan secara otomatis kembali terbuka untuk periode 10 hari kerja bursa. Jadwal tender offer tersebut segera dipublikasikan oleh AMF,” papar Wianda.

Menurutnya, kesuksesan pelaksanaan tender offertahap pertama ini menjadi momentum yang baik bagi Pertamina untuk lebih agresif berekspansi ke luar negeri di tengah mulai membaiknya harga minyak mentah dunia. Menurutnya, setelah Pertamina menjadi pemegang saham pengendali (minimal 51% kepemilikan saham), selanjutnya dapat mengkonsolidasikan bagian produksi Maurel & Prom kepada produksi PIEP.

Prospek aset-aset migas Maurel & Prom sangat potensial untuk dikembangkan Pertamina melalui PIEP, di mana pada akhir 2015 tercatat cadangan migasnya mencapai 205 juta barel setara minyak. Dengan aset yang tersebar di Eropa, Amerika, Afrika dan Asia, dapat menjadi ajang pembuktian kapabilitas perusahaan di bisnis hulu dalam skala global.

“Pertamina semakin optimistis untuk dapat mengembangkan bisnis hulu dengan lebih cepat,” kata Wianda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here