
Jakarta, Petrominer – Program Siap Gerak Angkut Sampah (SiGAS) didukung PT Elnusa Tbk untuk membantu meningkatkan layanan pengangkutan sampah di Desa Mundu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Sejak didukung kendaraan listrik roda tiga pada Oktober 2025, program yang dikelola Karang Taruna setempat ini telah mengangkut sekitar 618 ton sampah basah hingga Oktober 2026.
Program yang merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan Elnusa tersebut bertujuan memperbaiki layanan kebersihan desa sekaligus membantu mengurangi biaya operasional petugas pengangkut sampah.
Senior Manager Corporate Communication & Relation Elnusa, Jayanty O. Maulina, mengatakan keberlanjutan manfaat menjadi salah satu perhatian perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).
“Melalui SiGAS, kami berharap masyarakat semakin terbantu dalam mengelola sampah sekaligus memiliki kemampuan untuk menjaga keberlangsungan program secara mandiri. Keberhasilan CSR justru terlihat ketika masyarakat dapat terus merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Jayanty, Kamis (5/11).
Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh Wahyudi, petugas pengangkut sampah di Desa Mundu. Sebelum adanya kendaraan listrik, dia harus menyewa minikar untuk mengangkut sampah dari rumah warga. Biaya sewa dan bahan bakar menjadi beban operasional tambahan.
Kini, kendaraan listrik SiGAS membantu pekerjaan pengangkutan sekaligus menekan biaya operasional.
“Dulu, sebelum ada motor listrik ini, kami harus menyewa minikar untuk mengangkut sampah. Biayanya juga lebih besar karena harus membayar sewa kendaraan dan bahan bakar. Sekarang, pekerjaan kami jadi lebih terbantu dan biaya operasional lebih hemat karena menggunakan listrik,” tuturnya.
Layani 210 Pelanggan
Berdasarkan catatan pengelola, layanan SiGAS menjangkau wilayah RT 01 hingga RT 016 dengan frekuensi pengangkutan setiap dua hari sekali. Jumlah pelanggan sempat mencapai 299 pada Februari 2026, sebelum tercatat sebanyak 210 pelanggan pada Oktober 2026.
Pada bulan tersebut, pengelola mencatat volume pengangkutan sampah basah sekitar 42 ton per bulan atau rata-rata 2,8 ton setiap dua hari. Operasional layanan didukung empat pegawai.
Selain meningkatkan sarana pengangkutan, Elnusa juga mendorong edukasi pemilahan sampah rumah tangga dengan melibatkan Karang Taruna, ibu-ibu PKK, dan masyarakat. Dalam kegiatan sehari-hari, petugas memisahkan sampah basah dan kering.
Perusahaan juga mendorong penguatan sistem pelaporan digital dan pendampingan UMKM agar sampah dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi. Namun, pencatatan pengelolaan sampah saat ini masih dilakukan secara manual menggunakan buku catatan.
Melalui keterlibatan kelompok masyarakat dan pemerintah desa, SiGAS diharapkan berkembang menjadi layanan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Elnusa berharap program ini tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memperkuat hubungan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasinya.








Tinggalkan Balasan