CEO Hitachi Energy, Claudio Facchin.

Zurich, Petrominer – Setelah mengumumkan perubahan nama menjadi Hitachi Energy akhir Juni 2021 lalu, CEO Hitachi Energy, Claudio Facchin, mengumumkan bahwa nama ini secara resmi telah efektif berlaku. Peluncuran nama baru dari hasil merger Hitachi ABB Power Grids tersebut ditandai dengan pelaksanaan sebuah acara diskusi, Rabu (13/10).

Diskusi menarik tersebut menghadirkan pembicara Steven Chu, Menteri Energi AS ke-12 yang juga ilmuwan dan salah satu peraih Nobel bidang fisika tahun 1997, dan Lully Miura, peneliti dari Jepang di bidang internasional politik dan anggota Komite Pertumbuhan Jepang. Diskusi ini, yang mengusung tema berjudul “Teknologi dan Inovasi Energi yang Berkontribusi pada Masa Depan Nol Emisi,” disiarkan secara langsung dari Hitachi Social Innovation Forum di Jepang.

Menurut Claudio, fokus diskusi adalah pada bagaimana kami akan mewujudkan target ambisius nol emisi yang telah menjadi komitmen banyak negara dan bagaimana Hitachi Energy akan berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih berkelanjutan, fleksibel, dan aman.

“Di Hitachi Energy, kami memperjuangkan transisi energi terbarukan melalui inovasi dan kolaborasi. Ada banyak jalan menuju masa depan yang nol emisi. Untuk mengatasi tantangan global, kami telah memupuk keragaman dalam tim global yang bersama-sama mengembangkan semangat yang kredibel dan bertahan lama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Claudio menyampaikan bahwa pada tahun 2050, permintaan akan solusi elektrifikasi akan meningkat lebih dari dua kali lipat, dan listrik akan menjadi tulang punggung seluruh sistem energi. Hitachi Energy telah mengembangkan banyak teknologi inovatif yang diperlukan untuk mempercepat masa depan energi yang berkelanjutan bagi semua.

Dia juga menegaskan pentingnya digitalisasi untuk mengatasi kompleksitas dan tantangan kapasitas dalam mengintegrasikan sejumlah besar energi terbarukan yang bervariasi. Contoh kombinasi solusi digital canggih adalah Manajemen Kinerja Aset Lumada.

“Dengan pemantauan kesehatan dan kinerja yang berkelanjutan, kegagalan serius pada peralatan kritis dapat dicegah sambil mengoptimalkan biaya masa pakai. Sistem ini memungkinkan pelanggan untuk memanfaatkan data online dan offline untuk mengurus pangkalan yang terpasang dengan cara yang lebih cerdas dan berbasis risiko,” jelas Claudio.

Tepat setahun sejak melakukan Merger Hitachi dan ABB Power Grids terjadi pertengahan tahun 2020 lalu. Sementara perubahannya menjadi Hitachi Energy efektif berlaku mulai Oktober 2021. Hitachi Ltd. memiliki saham 80,1 persen dalam perusahaan patungan tersebut dan selebihnya dimiliki oleh ABB Ltd.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here