
Jakarta, Petrominer – PT RMK Energy Tbk (RMKE) mengambil langkah besar dalam transformasi bisnis berkelanjutan dengan memesan rangkaian alat berat bertenaga listrik (Electric Vehicle/EV). Langkah ini dibarengi dengan pengembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) terintegrasi untuk menciptakan operasional yang lebih aman, efisien, dan ramah lingkungan.
Direktur Utama RMKE, Vincent Saputra, mengatakan alat berat EV ini dijadwalkan sampai pada awal kuartal III tahun 2026. Perusaaan sangat menekankan penggunaan sistem keselamatan pintar dengan teknologi AI pada alat berat EV yang dipesan untuk memastikan standar keamanan tertinggi.
“Pemesanan tahap satu telah resmi kami lakukan hari ini dengan nilai investasi pada pemesanan tahap awal ini sebesar Rp 45,5 miliar,” ungkap Vincent, Rabu (13/5).
Dalam pemesanan tahap awal ini, perusahaan penyedia jasa logistik batubara terintegrasi ini memperkuat armadanya dengan 10 unit Electric Dump Truck produksi XCMG, 1 unit Electric Reach Stacker merek HELI, serta 1 unit Electric Forklift 3 Ton bertenaga Lithium. Seluruh perangkat ini dijadwalkan tiba di lokasi operasional pada Kuartal III-2026.
Guna memastikan kelancaran operasional, RMKE menargetkan kapasitas listrik sebesar 5,75 megawatt (MW) pada tahap 1, dengan potensi peningkatan hingga 10 MW seiring seluruh peralatan operasional dikonversi menjadi berbasis listrik. Sebagai bagian dari kesiapan infrastruktur, RMKE juga telah membangun gardu listrik khusus (dedicated electrical substation) berkapasitas 3,8 MW di area kerja Stasiun Simpang dan Pelabuhan Keramasan.
Menurut Vincent, infrastruktur ini akan menjadi jantung pengisian daya bagi seluruh armada EV, memastikan efisiensi energi yang lebih tinggi dibandingkan penggunaan bahan bakar fosil.
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa alat berat yang dipesan tidak hanya akan unggul dalam efisiensi biaya namun juga berpotensi menghasilkan penghematan. Berdasarkan internal feasibility study, biaya operasional Electric Reach Stacker diperkirakan hanya sekitar 18 persen dan EV Truck 39 persen dibandingkan model diesel (ICE). Potensi penghematan hingga Rp 0,8 miliar per unit per tahun untuk Reach Stacker dan Rp 0,38 miliar per unit per tahun untuk EV Truck.
Seluruh unit juga dilengkapi dengan Sistem Keselamatan Pintar berbasis AI. Fitur seperti steering deceleration otomatis dan pemantauan performa real-time menjadi standar baru dalam menjaga keamanan di area kerja yang berisiko tinggi.
“Penggunaan satu unit Electric Reach Stacker saja diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon sebanyak 180 ton per tahun dan memberikan penghematan hingga Rp 23,1 miliar per unit dalam lima tahun. Secara kolektif, penggunaan armada EV dan integrasi AI akan memposisikan RMKE sebagai pemimpin dalam layanan logistik energi yang modern dan rendah karbon di Indonesia,” ujar Vincent.








