
Pekanbaru, Petrominer – PT Bumi Siak Pusako (BSP) telah resmi 100 persen mengelola Wilayah Kerja (blok) Coastal Plain Pekanbaru (CPP). Selama 20 tahun sebelumnya, blok migas ini dikelola secara bersama-sama oleh Pertamina Hulu dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam bentuk Badan Operasi Bersama (BOB) Bumi Siak Pusako-Pertamina Hulu.
Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, mengatakan keputusan alih kelola ini didasari dengan harapan masyarakat Riau tidak hanya akan memperoleh keuntungan dari sisi finansial, namun juga kemampuan untuk mengelola sumberdaya manusia dan sumberdaya alam yang ada di daerah untuk meningkatkan kesejahteraan, kemakmuran dan kehidupan daerah yang lebih baik di masa depan.
“Dua puluh tahun telah berlalu, dan kini tonggak pengelolaan blok CPP telah beralih 100 persen kepada putra dan putri terbaik Provinsi Riau, melalui PT BSP. Untuk itu pada kesempatan ini, kami atas nama manajemen SKK Migas dan industri hulu migas ingin memberikan apresiasi sebesar-besarnya serta ucapan terimakasih atas kerja sama dan kontribusi seluruh jajaran Pertamina yang telah mendampingi dan mengelola blok CPP ini,” kata Dwi dalam seremoni serah terima operator blok CPP, Senin malam (8/8).
BSP merupakan BUMD dengan kepemilikan saham dari Pemerintah Provinsi Riau sebesar 18,07 persen, Pemerintah Kabupaten Siak 72,29 persen, Pemerintah Kabupaten Kampar 6,02 persen, Pemerintah Kabupaten Pelalawan 2,41 persen, dan Pemerintah Kota Pekanbaru 1,21 persen.
“Kepada PT BSP, kami harapkan selama masa pengelolaan bersama dengan Pertamina, telah memiliki lesson learned dalam pengelolaan blok CPP ini. Sehingga PT BSP, dapat menjaga amanah yang telah diberikan oleh pemerintah untuk mengelola blok CPP dengan baik dan mengoptimalkan aktifitas kegiatan usaha hulu migas kedepannya,” tegasnya.
Sejak alih kelola blok CPP dari Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke BOB Bumi Siak Pusako-Pertamina Hulu, sudah lebih dari 250 sumur dibor untuk meningkatkan produksi dan mempertahankan laju penurunan produksi yang cukup tajam. Sementara, untuk long term plan tahun 2026, produksi ditargetkan mencapai 21 ribu barel minyak per hari (BOPD)
“Nantinya blok CPP ditargetkan mencapai produksi sebesar 56 ribu BOPD pada tahun 2033, sesuai dengan yang ditargetkan oleh PT BSP pada proposal alih kelola. Dengan adanya penambahan aktifitas hulu migas untuk mencapai target produksi tersebut, tentunya akan mampu meningkatkan roda perekonomian di Provinsi Riau. Kami berharap industri di Provinsi Riau dapat terus tumbuh sehingga dapat memajukan perekonomian daerah dan pada gilirannya akan memperkuat perekonomian nasional,” ujar Dwi.
Kebersamaan Pertamina dan BSP selama 20 tahun terakhir merupakan anugrah yang sangat bermakna. Kemitraan ini merupakan wujud kerjasama yang harmonis antara BUMN dan BUMD.
Sejak diterima dari CPI tahun 2002, blok CPP sudah memproduksi 125 juta barel yang menghasilkan revenue sebesar US$ 1,4 miliar. Selama 20 tahun dikelola BOB, tidak terjadi kecelakaan kerja yang merenggut jiwa.
BOB juga telah mengalirkan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan hingga Rp 70 miliar untuk pembangunan sekolah dan masjid. Selain itu, BOB juga selalu berperan aktif terhadap pencegahan kebakaran dan lahan di sekitar daerah operasi.
Direktur Utama BSP, Iskandar, mengatakan alih kelola ini menjadi kado istimewa bagi masyarakat Riau mengingat bertepatan dengan HUT Ke-65 Provinsi Riau. Dia menyatakan sangat optimistis mampu 100 persen mengelola blok CPP selama 20 tahun mendatang.
Iskandar menjelaskan, selama bekerjasama dengan Pertamina, BSP telah mendapatkan transfer ilmu dan pengetahuan. Dengan bekal tersebut, tuturnya, menambah dan memperkuat optimisme BUMD migas kebanggaan masyarakat Riau ini untuk mampu meningkatkan produksi minyak di blok CPP.
“Selama tahun 2022 ini, BSP akan melanjutkan kegiatan pengeboran 15 sumur pengembangan dan 1 sumur eksplorasi. Pengeboran tersebut dilakukan guna menahan laju penurunan produksi secara alamiah. Pembiayaan untuk pengeboran sumur-sumur eksplorasi dan eksploitasi ditanggung sendiri oleh BSP dan berjalan dengan lancar,” ungkap Iskandar.

























