,

Saatnya Mendorong Pengembangan EBT Secara Masif

Posted by

Jakarta, Petrominer — Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) menyatakan akan terus mendorong pembangunan di sektor ketenagalistrikan karena pengembangan proyek-proyek ketenagalistrikan benar-benar sangat mendesak untuk dilakukan. Untuk itu, MKI menyerukan sudah saatnya melakukan konservasi energi dan mengembangan energi baru terbarukan (EBT) secara masif.

Menurut Ketua Umum MKI, Iwan Supangkat Santoso, ada pekerjaan rumah yang sangat besar bagi Pemerintah seiring dengan kebutuhan akan listrik yang terus meningkat. Yakni, penambahan kapasitas pasokan listrik hingga 35.000 megawatt (MW) demi menjamin ketersediaan listrik yang memadai dan menciptakan harga listrik yang ideal dengan tetap memberikan subsidi bagi masyarakat kurang mampu.

“MKI ingin masyarakat tidak hanya mendapat pasokan listrik yang handal, tetapi juga membayar listrik dengan tarif yang ideal,” ujar Iwan dalam acara diskusi dan peluncuran rangkaian kegiatan Hari Listrik Nasional (HLN) 2017, Kamis malam (7/6).

Selain itu, paparnya, ketersediaan tenaga listrik dalam jumlah besar juga dipandang sangat strategis bagi daya saing Indonesia, dalam rangka menumbukan ekonomi domestik. Pasalnya, listrik dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing ekonomi domestik, demi menggairahkan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi.

“Terus terang, ini pekerjaan rumah yang sangat besar bagi Pemerintah. Karena itu, kita harus memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah,” ujar Iwan di hadapan para pelaku di sektor ketenagalistrikan.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengajak masyarakat untuk tidak skeptis dengan rencana Pemerintah membangun dan mengembangkan kapasitas pembangkit listrik. Semua harus mendukung, karena semua membutuhkan listrik dalam jumlah yang memang sangat besar. Pemerintah pasti serius dengan rencana besarnya tersebut.

Karena itu, menurut Iwan, partisipasi pihak harus dibuka. Pengembangan energi baru terbarukan (EBT) juga harus semakin digalakkan. Apalagi, Pemerintah belakangan ini sudah mempertegas lagi komitmennya akan hal tersebut.

“Pemerintah sangat ingin meningkatkan rasio elektrifikasi dengan cara antara lain memanfaatkan EBT yang ada di suatu wilayah. Karena potensi EBT di Indonesia masih sangat besar,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Eksekutif MKI, Bambang Hermanto. Menurutnya, peran swasta dalam pengembangan EBT sangat ditunggu. Apalagi, kebutuhan sumber energi alternatif semakin mendesak.

“Untuk mencapai target 23 persen bauran EBT pada tahun 2025, pengembangan EBT perlu dimasifkan sejak sekarang. Indonesia masih mempunyai potensi besar dalam penyediaan energi dari sumber energi alternative, seperti tenaga gelombang, tenaga surya dan tenaga angin,” ujar Bambang.

Dia juga menyatakan bahwa saat ini terdapat sejumlah pihak swasta yang telah menyediakan dan menawarkan sumber energi alternative sebagai pembangkit listrik. Namun, biaya investasinya dinilai masih terlalu tinggi sehingga diperlukan biaya lebih untuk mendapatkan energi listrik dari pengembang.

“Dalam hal ini, MKI mendorong pembicaraan intensif antara pengembang dengan pemerintah dalam penyediaan energi listrik untuk masyarakat,” jelas Bambang.

Dari kiri ke kanan : , Ketua Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Iwan Supangkat Santoso, Sekjen MKI Heru Dewanto, Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Alihuddin Sitompul dan Moderator dalam acara peluncuran kegiatan Peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-72 di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (07/06).
(Petrominer/ Fachry Latief)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *