Ki-ka: Linda Thohir, Garibaldi Thohir, Arcandra Tahar Wakil Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Gamma Abdurrahman Thohir Inisiator Micro Hydro Indonesia (MHI), Okty Damayanti Direktur Yayasan Adaro Bangun Negeri, Ignatius Iryanto Mentor MHI.

Jakarta, Petrominer – Masyarakat Desa Kasepuhan Ciptagelar, Sukabumi, Jawa Barat, akhirnya bisa merasakan nikmatnya penerangan listrik. Pasokan listrik di desa ini berasal dari pembangkit listrik kecil tenaga air skala mikro dengan kapasitas 40 kilo watt (kW).

Adalah Gamma Abdurrahman Thohir yang merealisasikan mimpi masyarakat Kasepuhan Ciptagelar atas akses listrik. Melalui proyek Micro Hydro for Indonesia, inisiatif sosial yang digagas remaja bersuaia 17 tahun ini mampu mengalirkan listrik ke lebih dari 75 rumah tangga di desa tersebut. Melalui hasil karyanya ini, Gamma ingin menunjukkan tentang masa depan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia dan potensi anak muda yang kelak dapat membantu mengatasi tantangan terbesar pada abad ke-21.

“Proyek Micro Hydro for Indonesia ini bertujuan untuk meningkatkan akses kelistrikan dan mengurangi kesenjangan listrik antara pusat kota dengan pedesaan. Dan saya merasa terpanggil untuk melakukan proyek sosial ini di desa Kasepuhan Ciptagelar yang lokasinya tidak jauh dari pusat kota namun belum mendapat pasokan listrik yang cukup,” ujar Gamma, Kamis (5/10).

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengapresiasi program pemanfaatan listrik seperti yang diinisiasi dan dikembangkan oleh Gamma tersebut. Dia berharap keberhasilan itu bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda di seluruh Indonesia dalam berkontribusi aktif bagi masyarakat.

“Pemerintah mendukung penuh inisiatif dan kreativitas anak muda seperti yang telah dilakukan oleh Gamma. Proyek Micro Hydro for Indonesia ini tidak hanya sekedar untuk kepuasan personal, tapi juga mampu menggerakkan anak muda untuk melakukan inisiatif-inisiatif lainnya melalui kontribusi yang positif,” jelas Archandra.

Dengan kontribusi nyata generasi muda seperti yang dilakukan Gamma, Arcandra yakin aliran listrik bagi masyarakat akan segera bisa merata dan menerangi Indonesia. Apalagi dengan kreativitas yang dimiliki para pemuda, berbagai persoalan yang ada di lapangan pasti bisa ditemukan solusinya.

“Tantangan utama dalam mengembangkan energi terbarukan adalah persoalan teknis, dan anak-anak muda yang penuh dengan kreativitas seperti Gamma pasti bisa menciptakan solusinya,” katanya.

Meski pemanfaatan listrik menggunakan micro hydro bukan yang pertama di Kasepuhan tersebut, namun yang membedakan proyek ini dengan sebelumnya adalah proyek probono dan melibatkan banyak pihak termasuk pembangunan konstruksi secara gotong royong oleh seluruh warga Kasepuhan. Dengan adanya transfer knowledge ini, warga Kasepuhan memiliki kapabilitas untuk menerapkan pembangunan micro hydro di daerah pelosok lainnya.

Pojok Belajar

Secara cermat dia mampu melihat bahwa masyarakat Ciptagelar memiliki potensi untuk dapat mengembangkan kualitas kehidupan mereka, baik melalui ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, maupun peningkatan sosial budaya. Masuknya listrik diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, salah satunya melalui produksi kopi.

Langkah kecil tapi nyata yang dilakukan Gamma itu dimulai sejak tahun 2015 lalu. Setelah melewati proses riset dan dokumentasi, dia menyiapkan proposal dan mengedukasi generasi muda melalui kegiatan Youth Movement untuk mendapat dukungan dana publik.

Tahapan berikutnya adalah proses pengerjaan konstruksi dan pengembangan dari manfaat listrik berupa sarana pendidikan yang diberi nama “Pojok Belajar”. Semua tahapan tersebut mendapat dukungan penuh dari Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN). Pengelolaan dan pemeliharaan juga diharapkan menjadi ajang alih ilmu pengetahuan dan teknologi dari pakar mikro hidro kepada masyarakat.

Menurut Gamma, keberhasilan itu merupakan buah kerja keras dari seluruh tim, termasuk keterlibatan warga Kasepuhan Ciptagelar yang terlibat siang dan malam selama proyek berlangsung. Proyek Micro Hydro for Indonesia ini juga merupakan bukti generasi muda Indonesia yang bisa memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat sejalan dengan program Presiden Joko Widodo dan Pemerintah Indonesia yang fokus pada kerja nyata dalam pemerataan pembangunan dan percepatan infrastruktur.

“Seperti yang kita lihat, di Indonesia sendiri masih banyak desa-desa yang belum menikmati aliran listrik. Padahal potensi listrik dari energi terbarukan di Indonesia sangat besar, sedangkan pemanfaatannya masih rendah,” kata Gamma.

Keberhasilan proyek Microhydro for Indonesia ini diharapkan akan mendorong Pemerintah dan banyak pelaku usaha lainnya untuk lebih aktif dalam mengembangkan EBT di Indonesia.

Apalagi, Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi EBT terbesar di dunia. Berdasarkan riset Statistical Review of World Energy 2017 dari BP, konsumsi EBT di Indonesia pada tahun 2016 lalu tumbuh 7,1 persen, atau tertinggi dalam 10 tahun terakhir dengan rata-rata 4,7 persen. Namun, porsi EBT dalam konsumsi energi baru mencapai 1 persen.

Tahun 2016 lalu, konsumsi energi di Indonesia, jika dikonversi dalam ton minyak, diperkirakan mencapai 723,9 juta ton minyak. Untuk sektor energi air (hidro energi), Indonesia diperkirakan memiliki potensi energi air terbarukan sebesar 75.684 MW atau setara 6,3 miliar ton minyak. Namun pemanfaatannya baru mencapai 3,3 juta ton minyak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here