Jakarta, Petrominer – PLN mencatat rekor waktu tercepat dalam merampungkan proyek Gardu Induk (GI) 150 kV untuk kawasan industri. Meski di tengah pandemi, pembangunan GI untuk memasok listrik ke PT Multi Nabati Asahan (MNA) ini bisa diselesaikan dalam waktu delapan bulan.
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB), Ratnasari Sjamsuddin, menjelaskan bahwa kehadiran gardu induk dengan kapasitas 30 Mega Volt Ampere (MVA) ini akan melayani konsumen tegangan tinggi (KTT) di Kawasan Industri Terpadu Wilmar di Bojonegara, Kota Cilegon, Banten. Selain itu, infrastruktur kelistrikan senilai Rp 78,4 miliar ini juga digunakan sebagai suplai daya listrik utama untuk PT MNA.
“Jadi tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan mutu dan keandalan penyaluran tenaga listrik ke konsumen PLN yang berada area ini,” ungkap Ratnasari, Senin (21/6).
Dia menegaskan, meskipun sejak awal hingga akhir pengerjaan proyek ini berada di masa pandemi Covid-19, tidak lantas menyurutkan semangat PLN untuk terus bergerak dan menyelesaikan proyek ini dengan hasil yang maksimal. Bahkan, kontruksi proyek ini menjadi salah satu yang tercepat, yaitu hanya berlangsung selama 246 hari atau delapan bulan.
“Dalam pengerjaannya, kami selalu berhati-hati, serta selalu patuh protokol kesehatan. Karena bagaimanapun, kebutuhan listrik tidak bisa menunggu lama, terutama bagi kebutuhan industri penggerak ekonomi,” tegas Ratnasari.
Dia berharap, terpenuhinya pasokan listrik bagi para pelaku industri dapat semakin meningkatkan produktivitas operasional dan dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal.









Tinggalkan Balasan