Boyolali, Petrominer – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) IV Area Jateng dan DIY kembali pecahkan Rekor MURI atas prestasi memasang instalasi gas LPG non subsidi. Ini merupakan bagian dari kampanye penggunaan LPG subsidi tepat sasaran.
Instalasi LPG Non Subsidi tersebut telah dipasang secara berkala di 55 lokasi Pesantren di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Penghargaan Rekor MURI tersebut diberikan bersamaan dengan Malam Puncak Hari Santri Nasional Kabupaten Boyolali 2019 yang diselenggarakan oleh PCNU Boyolali di Alun-Alun Kidul Kabupaten Boyolali, Jum’at (25/10).
General Manager Pertamina MOR IV, Iin Febrian, mengatakan program ini telah berlangsung sejak bulan Juni 2019 dan merupakan salah satu bagian dari misi Pertamina dalam mengkampanyekan penggunaan LPG Subsidi tepat sasaran. Program instalasi ini secara tidak langsung memberikan kontribusi dalam penghematan kuota LPG 3 kg di wilayah Kabupaten Boyolali, yaitu 13.500 kg atau setara dengan 4.500 tabung LPG 3 kg setiap bulannya.
Sebelumnya, ke-55 Pondok Pesantren tersebut masih menggunakan LPG 3 kg bersubsidi. Sebanyak total 646 tabung LPG 3 kg telah ditukarkan oleh pihak pesantren dengan 322 tabung Brightgas 5,5 Kg.
“Tujuan dasar Pesantren yang merupakan salah satu pusat kegiatan keagamaan dapat memberikan tauladan bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam membeli dan memilih produk LPG,” ujar Iin.
Menurutnya, program ini secara bertahap akan dilakukan di pondok pesantren di kota-kota lainnya seperti Klaten dan Solo. Pertamina berhara[ seluruh pondok pesantren terutama yang mampu dapat menggunakan LPG non subsidi sehingga kuota LPG subsidi dapat digunakan oleh mereka yang tidak mampu dan lebih berhak.
Tidak hanya memberikan edukasi mengenai LPG, Pertamina MOR IV melalui program kemitraannya juga menggandeng 43 calon mitra UKM di Lingkungan Pondok Pesantren di Boyolali untuk menjadi mitra binaan yang akan mendapat pinjaman modal usaha dengan total nilai Rp 2,5 miliar. Pinjaman yang rencananya akan disalurkan akhir tahun ini nantinya akan diberikan bersama dengan bantuan Pelatihan Usaha dan Management dengan misi untuk meningkatkan kemampuan Usaha Kecil di Pondok Pesantren, agar menjadi tangguh dan mandiri sehingga dapat berkontribusi dalam menaikkan kesejahteraan Nahdiyin.
“Kami berharap dengan kerjasama ini kehidupan para santri, pengurus dan pihak lain yang terlibat akan semakin maju serta memiliki kemampuan yang lebih dalam bidang kemandirian dan pemberdayaan ekonomi,” ucap Iin.









Tinggalkan Balasan