Jakarta, Petrominer – Upaya recovery kelistrikan akibat bencana tsunami yang menerjang sebagian wilayah Banten dan Lampung terus dilakukan. Di wilayah Pandeglang, Banten, PT PLN (Persero) sudah berhasil menyalakan seluruh gardu yang sebelumnya padam. Hal yang sama juga berhasil dilakukan di wilayah Lampung Selatan, Lampung.

“Hambatan proses recovery kelistrikan yakni akses jalan yang masih dalam proses pembersihan pihak PU serta cuaca buruk yang masih terjadi,” ujar Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN, I Made Suprateka, Rabu (26/12).

Di Pandeglang, menurut Made, sebanyak 310 personil gabungan yang diterjunkan untuk upaya perbaikan infrastruktur kelistrikan didatangkan dari Unit Induk Distribusi (UID) Banten, UID Jakarta, UID Jawa Barat.

“Team gabungan ini telah berhasil menyalakan 238 gardu distribusi dari total yang padam yakni 248 gardu distribusi,” jelasnya.

Selain itu, untuk menormalkan sementara 4 gardu distribusi lainnya, PLN menyalakan genset.

Di Lampung, sebanyak 40 personil gabungan yang datangkan dari Unit Pelayanan Pelanggan (ULP) Kalianda, ULP Sidomulyo, ULP Sutami serta Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tanjung Karang. Seluruh tim disebar untuk melakukan recovery dan menyalakan 22 titik tiang distribusi.

“Dengan total capaian hari ini, artinya PLN berhasil menormalkan seluruh gardu distribusi yang sebelumnya padam untuk wilayah Pandeglang dan Lampung,“ ungkap Made.

Dia menjelaskan bahwa upaya recovery kelistrikan dan pengiriman bantuan sembako juga dilakukan didaerah-daerah terisolir seperti di Pulau Sabesi, Lampung dan Desa Sumur Kecamatan Pandeglang. PLN juga memberikan bantuan penerangan untuk 22 posko pengungsi di Pandeglang.

Dapur Umum

Sementara itu, PLN Peduli dan Yayasan Baitul Maal (YBM) mendirikan dapur umum di PLTU Labuan, Desa Sukarame dan Desa Sumur yang merupakan salah satu desa terisolir akibat bencana tsunami.

Dalam sehari, dapur umum ini dapat memasak sebanyak 1.500 nasi bungkus untuk warga sekitar. Pemilihan lokasi dapur umum berdasarkan survei dari berbagai macam tempat, yang satu lokasi dan banyak pengungsinya.rencananya dapur umum ini akan terus hadir selama 10 hari kedepan.

Selain dapur umum, PLN dan YBM juga menyiapkan pelayanan kesehatan serta berlaku sebagai posko untuk membantu warga sekitar.

Pararel Tim Gabungan YBM PLN dan PLN Peduli juga menyalurkan bantuan ke Kampung Ketapang dan Kampung Ciputih, Banten serta Pulau Sebesi, Lampung.

Adapun bantuan yang dikirimkan berupa kebutuhan sembako, makanan bayi, pakaian, peralatan mandi, popok, pembalut, obat-obatan, gas dan air. Tidak hanya itu, bantuan penerangan berupa 43 unit genset juga telah didistribusikan ke wilayah Banten yang terdampak bencana dan 2 unit genset untuk Lampung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here