, ,

Rebranding, Pertamina Port and Logistics Perluas Bisnis dan Naikkan Profit

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) Group telah melakukan rebranding anak usahanya, PT Peteka Karya Samudera menjadi PT Pertamina Port and Logistics (PPL). Perusahaan ini bergerak di jasa kepelabuhanan, jasa bongkar muat kapal, Oil Spill Response (OSR), dan pergudangan/logistik.

Proses rebranding dan restrukturisasi bisnis yang berlangsung sejak tahun 2021 ini menjadikan reorganisasi semakin kompleks dan challenging. Hal ini selaras penambahan ruang lingkup tugas dan fungsi. Tantangan rebranding juga cukup besar seiring dengan target yang ditetapkan sesuai Rencana Jangka Panjang  PTK.

Menurut Direktur PPL, Albertus Anto Budi Santosa, rebranding ini telah menjadikan profit ditargetkan meningkat 10 kali lipat dari tahun 2021 sampai 2026. Tentunya, hal ini semakin menciptakan nilai tambah lebih besar, sejalan dengan besarnya potensi pasarnya.

Rebranding diharapkan men-generate added value sampai 1000 persen tahun 2026. Target ini dicapai melalui penambahan ruang lingkup pekerjaan, dari yang sebelumnya hanya bidang pelayanan bongkar muat dan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) kini menjadi jasa kepelabuhanan, jasa bongkar muat kapal, Oil Spill Response (OSR), dan pergudangan/logistik,” jelas Anto, Sabtu (5/11).

Dengan rebranding ini, kegiatan bisnis diperluas lagi mencakup jasa kepelabuhanan (port services), jasa keagenan, port operations (operasional pelabuhan), port management (pengaturan pelabuhan), port maintenance (pemeliharaan pelabuhan), mooring unmooring (jasa pemanduan kapal), perizinan, serta oil spill response (reaksi terhadap tumpahan minyak).

“Rebranding memperluas kegiatan bisnis dan cakupan magnitudenya semakin luas. Ini tantangan bagi kami sehingga diharapkan operasionalisasinya berkembang sampai ke luar pasar internal Pertamina Group,” paparnya.

Selama ini, ungkap Anto, PPL hanya mengelola pekerjaan dari perusahaan di lingkungan Pertamina. Contohnya saat merespons tumpahan (pencemaran) minyak di wilayah Pelabuhan Pertamina, mencakup kegiatan di sektor hulu dan hilir (sampai masuk ke pengolahan minyak). Potensi yang ada adalah di upstream karena selama ini bisnis kami yang berada di wilayah kelola sektor hulu dilakukan pihak ketiga.

“Ruang lingkup PTK sebagai induk perusahaan ke depan akan lebih sederhana, fokus sebagai perusahaan pelayaran. Sementara fungsi PPL ke depannya setelah reorganisasi melalui rebranding semakin luas usahanya seiring dengan izin usaha yang dikantongi,” jelasnya.

Strategi Adaptif

Dalam menjalani proses rebranding dengan identitas baru, direksi anak usaha PTK melakukan berbagai strategi yang berbeda. Diantaranya adaptif mengikuti perkembangan zaman sesuai target yang ditetapkan.

“Bisnis utama kami di bidang pemanduan kapal, sehingga potensi terbesar itu yang paling digenjot.  Strategi kami mengeksplorasi pelabuhan-pelabuhan yang belum sempat tergarap (non captive market), seiring target peningkatan perolehan laba di sektor ini sampai pertengahan tahun, dua kali lipat dibandingkan tahun 2021,” papar Anto.

Sebagai persiapan menuju rebranding, PPL telah mempersiapkan terlebih dahulu pembekalan berbagai perizinan sebagai pijakan dalam berusaha, termasuk menyusun Sistem Tata Kerja (STK) dan juga penyesuaian sistem akuntansi keuangan berbasis digital melalui aplikasi ERP MySAP.

“Kami berharap bersamaan menambah Sumber Daya Manusia (SDM), sejalan rencana pemindahan operasionalisasi kantor pusat dari Batam ke Jakarta, proses reorganisasi berjalan mulus. Lokasi kantor menjadi lebih representatif, menunjang brand perusahan yang baru,” tegasnya.

Pertamina Trans Kontinental (PTK) merupakan anak usaha PT Pertamina International Shipping dan merupakan bagian dari subholding Integrated Marine Logistics, yang menyediakan berbagai jenis jasa maritim terintegrasi. Perusahaan yang awalnya bernama PT Pertamina Tongkang ini didirikan pada 9 September 1969 dengan berganti nama menjadi PT Pertamina Trans Kontinental pada 29 November 2011. Hingga saat ini, PTK mengelola 104 pelabuhan Pertamina serta 343 armada kapal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *