Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), bagian dari PT Pertamina International Shipping subholding Integrated Marine Logistics Pertamina, melakukan rebranding atas tiga anak usahanya.
Direktur Utama PTK, Nepos MT Pakpahan, menjelaskan bahwa melalui brand baru ini, PTK siap menuju perusahaan bisnis pelayaran dan jasa maritim kelas dunia yang profesional, menguntungkan dan beradaptasi dalam era revolusi industri 4.0. Selain perubahan nama, rebranding anak usaha PTK ini juga diikuti perubahan logo dengan menyertakan logo Pertamina.
“Dari sisi visi misi PTK memang tidak ada perubahan. Namun kami memutuskan untuk membawa nama Pertamina sebagai brand guna memperkuat brand equity kita. Rebranding ini akan membantu PTK untuk semakin mendapatkan kepercayaan, baik dari para pelanggan maupun para stakeholders karena brand Pertamina sudah sangat kuat dan terpercaya,” ungkap Nepos, Senin (12/9).
Ketiga anak usaha PTK tersebut adalah PETEKA Karya Jala, yang bergerak di bisnis dredging, fresh water, underwater services, waste management, dan EPC, menjadi PERTAMINA MARINE ENGINEERING. PETEKA Karya Gapura, yang bergerak di bidang perdagangan, pengawakan, pengelolaan kapal, dan general service, menjadi PERTAMINA MARINE SOLUTIONS. PETEKA Karya Samudera, yang bergerak di bisnis jasa kepelabuhanan, jasa bongkar muat, kapal, Oil Spill Response/OSR dan pergudangan/logistik, menjadi PERTAMINA PORT and LOGISTICS.
Menurutnya, langkah rebranding tiga anak usaha PTK tersebut bertujuan untuk membawa PTK pada goals sebagai “The World Class Shipping Company & Maritime Business Company” tahun 2026 nanti. Langkah ini juga demi memperkuat reputasi kompetensi anak perusahaan PTK dalam melakukan pelayanan untuk cakupan internasional.
“Dari sisi pemasaran, strategi ini diharapkan bisa meningkatkan pangsa pasar captive maupun non captive. Intinya kita harus melakukan pembaruan, karena tanpa pembaruan bisnis bisa mati. Kita banyak mengambil pelajaran dari brand-brand global yang dulu digdaya, namun tanpa pembaruan mereka tidak bisa bangkit lagi,” ujar Nepos.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa semua strategi rebranding dan values PTK group diturunkan ke seluruh lini usaha perusahaan, termasuk ke anak perusahaan dan seluruh Perwira atau pekerjanya. Hal ini dilakukan demi mencapai target bersama PTK Group sebagai bagian dari subholding Integrated Marine Logistics yang bertanggungjawab mendukung holding dari aspek bisnis shipping dan jasa marine terintegrasi, serta untuk membidik peluang bisnis perkapalan di luar wilayah Indonesia, dan juga menguasai rantai pasok terminal dan sarana penunjangnya. Dan lebih lanjut, PTK diharapkan dapat menjadi entitas bisnis yang kuat sebagai total solution di industri pelayaran, jasa maritim dan logistik.

Sejalan dengan itu, PTK terus melakukan pembenahan agar menjadi Perusahaan Pelayaran dan Jasa Maritim yang andal, profesional dan terpercaya. Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa, PTK dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh customer dan mitra kerja perusahaan.
Perusahaan yang awalnya bernama PT Pertamina Tongkang ini didirikan pada 9 September 1969 dan berganti nama menjadi PTK pada 29 November 2011. Hingga saat ini, PTK mengelola 104 pelabuhan Pertamina serta 343 armada kapal.








Tinggalkan Balasan