Grafik capaian target lifting minyak dan gas bumi (migas) dalam 5 tahun terakhir. (Kementerian ESDM)

Jakarta, Petrominer – Segala upaya telah dilakukan Pemerintah untuk mencapai target lifting minyak dan gas bumi (migas). Namun hingga di penghujung tahun 2018, capaian rata-rata lifting migas tidak bisa memenuhi target.

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, capaian rata-rata lifting migas tahun 2018 sebesar 1.917 ribu barrel oil equivalent per day (BOEPD). Angka tersebut hanya 96 persen dari target Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2018 yang sebesar 2.000 ribu BOEPD.

Lifting itu saya sudah minta di SKK Migas, karena lifting ini yang penting. Karena bisa produksi tapi enggak lifting ya enggak jadi uang. Capaiannya hanya 96 persen dari target APBN 2018,” kata Jonan ketika memaparkan capaian kinerja Kementerian ESDM tahun 2018, Jum’at (4/1).

Dia mengatakan, realisasi lifting migas tersebut sedikit meleset dari target yang dicanangkan dalam APBN 2018. Tidak hanya itu, realisasi lifting migas tahun 2018 ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2017, yang mencapai 1.945 MBOEPD.

Dari jumlah tersebut, realisasi lifting minyak mencapai 778 ribu barrel oil per day (BOPD). Sedangkan realisasi lifting gas bumi sebesar 1.139 ribu BOEPD.

Jonan menjelaskan, Pemerintah telah berupaya mencapai target lifting migas. Di antaranya dengan mendorong percepatan eksplorasi dan penyelesaian pengembangan blok migas. Tidak hanya itu, Pemerintah juga mendorong para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas untuk mengupayakan metode-metode baru untuk menemukan sumber daya dan cadangan migas.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here