Jakarta, Petrominer – Di tengah semangat kolektif untuk membangun masyarakat yang setara dan inklusif, PT United Tractors Tbk (UT) meraih penghargaan Perusahaan Pemberdaya Insan Berkemampuan Khusus (IBK) pada ajang IBK’s Day 2025. Penghargaan ini mencerminkan komitmen Grup UT dalam menghadirkan ruang berkarya yang setara bagi talenta difabel melalui program magang Harmoni dalam Keberagaman (HARMONIKA).
Organization Development Team Leader UT, Luisa Krismaningrum, mengatakan penghargaan ini mencerminkan komitmen Perusahaan dalam menghadirkan lingkungan kerja yang inklusif dan berkelanjutan. Pasalnya, UT percara bahwa setiap individu memiliki potensi yang berharga ketika diberkan ruang dan kepercayaan.
“Melalui program HARMONIKA, UT membuka kesempatan bagi insan berkemampuan khusus untuk belajar, berkembang, dan berkarya di lingkungan kerja yang aman dan suportif,” ujar Luisa, Senin (26/1).
Inisiatif tersebut dinilai selaras dengan semangat IBK’s Day dalam membangun budaya kerja yang inklusif, menjalankan program pemberdayaan yang berkelanjutan, menjalin kolaborasi dengan lembaga sosial difabel, serta menyediakan sistem, infrastruktur, dan aksesibilitas kerja yang memadai.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara IBK’s Day 2025, yang digelar di Jakarta pada 12 Oktober 2025 lalu. IBK’s Day 2025 merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Cagar Foundation, organisasi yang menaungi Rumah Autis dan Sekolah Shibghah Akhlak Quran (SAKURA).
Acara ini hadir sebagai ruang bersama untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian publik terhadap pemenuhan hak-hak penyandang difabel, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sosial yang inklusif. Tahun ini, IBK’s Day mengusung tema “IBK Indonesia Bersinar (Bersatu Suarakan Inklusivitas Dengan Karya).”
“Momentum Hari Insan Berkemampuan Khusus 2025 menjadi pengingat bahwa setiap individu memiliki potensi untuk berkarya dan memberi dampak. Melalui IBK’s Day Award 2025, UT akan terus berupaya untuk mendukung insan berkemampuan khusus dalam mewujudkan Indonesia yang inklusif, setara, dan menghargai keberagaman sebagai kekuatan bersama,” ujar Luisa.









Tinggalkan Balasan