Batang Toru, Petrominer – Sejak awal masa tanggap darurat, PT Agincourt Resources (PTAR) bergerak cepat di lapangan dengan fokus pada dua hal paling mendesak, yakni keselamatan warga dan pemulihan akses. Dalam 72 jam pertama, PTAR mengerahkan Tim Tanggap Darurat (ERT) untuk melakukan evakuasi, menyalurkan bantuan darurat, serta memastikan operasi posko berjalan lancar, termasuk makanan siap saji, air bersih, dan layanan kesehatan.
Senior Manager Corporate Communications PTAR, Katarina Siburian Hardono, mengatakan sejak hari pertama bencana, fokus perusahaan adalah memprioritaskan keselamatan warga, memenuhi kebutuhan dasar penyintas, serta menjaga akses ke layanan kesehatan. PTAR juga membantu membuka kembali akses jalan yang tertutup longsor serta menyalurkan logistik ke wilayah yang masih terisolasi dengan koordinasi bersama pemangku kepentingan terkait.
“Dukungan PTAR telah menjangkau lebih dari 3.000 warga, dengan penyaluran makanan dan bantuan kebutuhan dasar yang dilakukan setiap hari di posko pengungsian untuk memastikan para penyintas tetap tercukupi selama masa pengungsian,” ujar Katarina, Kamis (4/12).
PTAR telah mengerahkan sumber daya untuk mempercepat evakuasi dan memastikan pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas terpenuhi, termasuk dukungan layanan kesehatan di tengah situasi pengungsian yang tidak mudah. Pengelola Tambang Martabe ini fokus pada dua hal paling mendesak, yakni keselamatan warga dan pemulihan akses, agar bantuan secepatnya menjangkau masyarakat.
“Kami akan terus berada di lapangan bersama pemerintah daerah selama masa tanggap darurat dan menyesuaikan dukungan sesuai kebutuhan. Keselamatan dan pemulihan masyarakat di Desa Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol Sitinjak di Kabupaten Tapanuli Selatan adalah prioritas,” tegas Katarina.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor selama 14 hari, terhitung sejak 25 November 2025.
Hingga saat ini, para penyintas tersebar di tujuh posko pengungsian, yakni Desa Batu Hula, Desa Sumuran, Sopo Daganak di Desa Napa, Balai Marguna di Kompleks Kantor Camat Batang Toru, Gedung Serbaguna Gereja HKBP di Wek II Pasar Batang Toru, Puskesmas Kecamatan Batang Toru, dan Desa Garoga. PTAR memusatkan dukungan logistik dari lokasi yang aman di sekitar area operasional yang tidak terdampak langsung bencana, agar distribusi bantuan lebih cepat, aman, dan terkoordinasi.
Di posko-posko tersebut, PTAR turut menyediakan fasilitas penampungan sementara, dapur umum, makanan siap saji, air bersih, serta layanan kesehatan melalui tenaga medis dan obat-obatan. Spirit gotong royong juga mengemuka.
Selain karyawan PTAR, ratusan warga setempat turut menjadi relawan. Total 305 sukarelawan tercatat membantu operasional posko, mulai dari memasak, distribusi logistik, hingga membantu pelayanan bagi warga lanjut usia, perempuan, dan anak-anak.
Tidak hanya dukungan bagi warga di pengungsian, PTAR membantu membuka kembali akses jalan yang terputus akibat material longsor dengan mengerahkan 10 unit ekskavator dan backhoe loader. Dalam kondisi sejumlah wilayah masih terisolasi dan jalur darat belum dapat dilalui, dukungan helikopter PTAR menjadi krusial untuk mengantarkan kebutuhan darurat ke lokasi yang terhalang longsor dan banjir, sehingga bantuan tetap dapat menjangkau warga meski akses darat terbatas.








Tinggalkan Balasan