Jakarta, Petrominer — PT Timah mencatat pendapatan sebesar Rp 1,3 triliun pada kuartal I-2016. Meski sempat terdongkrak oleh kenaikan harga timah yang terjadi pada pertengahan Maret 2016, BUMN ini masih merugi sampai Rp 138,84 miliar dalam tiga bulan pertama tahun 2016 ini.

“Kuartal I-2016, kami mencat pendapatan sebesar Rp 1,3 triliun setelah pasar komoditas timah kembali pulih dari jatuhnya harga tahun lalu yang mencapai titik terendah sebesar US$ 13,893 per Mton pada bulan Agustus 2016,” ujar Sekretaris Perusahaan Timah, Agung Nugroho, dalam siaran pers yang diteirma Petrominer, Kamis (28/4).

Agung menjelaskan, kenaikan harga yang terjadi pada pertengahan Maret 2016 telah mendongkrak kinerja Perseroan. Namun kondisi tersebut belum mampu menutupi rendahnya harga sejak awal tahun ini. Karena itulah, PT Timah akan melanjutkan upaya efisiensi untuk menekan harga pokok produksi yang maksimal.

“Dengan harga logam timah di pasar mulai pulih, kami berharap perolehan laba juga bisa sesuai target,” paparnya.

Menurut Agung, kepercayaan pasar terhadap Timah sudah meningkat. Hal itu terlihat pada kenaikan harga saham Timah (TINS) sepanjang kuartal I-2016. Pada penutupan bursa 30 Desember 2015, harga saham TINS tercatat Rp 505 per lembar saham. Sedangkan pada 31 Maret 2016, harga sahamnya naik menjadi Rp 740 per lembar saham, atau naik sebesar 46,53 %.

Dalam kesempatan itu, dia juga menjelaskan bahwa pengembangan bisnis hilirisasi atau downstream product telah menjadi salah satu fokus Timah di masa depan. Saat ini, anak perusahaan Timah yakni Timah Industri telah memproduksi tin solder & tin chemical.

“Pada akhir tahun 2015, sudah selesai dibangun pabrik intermediate serta pabrik SnCl, sehingga tidak diperlukan lagi impor bahan baku. Dengan demikian, Perusahaan bisa menekan harga pokok produksi dan membuat harga produk lebih bersaing di pasaran dunia,” ujar Agung.

Berikut kinerja PT Timah sepanjang kuartal I-2016:

Kinerja Operasi:
• Produksi bijih turun 48,81% menjadi 3.405 ton, dari 6.653 ton
• Produksi logam timah turun 40,42% menjadi 4.205 Mton, dari 7.057 Mton
• Penjualan logam timah naik 8,03% menjadi 5.730 Mton, dari 5.304 Mton.

Kinerja Keuangan:
• Rugi sebesar Rp 138,84 miliar
• Pendapatan turun 5,22% menjadi Rp 1.302 miliar
• Beban Pokok Pendapatan naik 5,85% menjadi Rp 1.296 miliar.

Pada tanggal 7 April 2016, PT Timah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUSPT) tahun buku 2015 dan terjadi perubahan susunan pengurus perseroan menjadi sebagai berikut:

Direksi:
• M. Riza Pahlevi Tabrani sebagai Direktur Utama
• Emi EMindra sebagai Direktur Keuangan, merangkap Direktur SDM dan Umum
• Muhammad Rizki sebagai Direktur Operasi
• Purwijayanto sebagai Direktur Perencanaan & Pengembangan Usaha.

Komisaris:
• Fachry Ali, Komisaris Utama/Independen
• Erfi Triassunu, Komisaris
• Mochtar Husein, Komisaris
• Eko Prasojo, Komisaris
• Bagas Angkasa sebagai Komisaris Independen
• Milawarma sebagai Komisaris Independen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here