Bojonegoro, Petrominer – PT Pertamina EP Cepu (PEPC) mulai melakukan prosesi tajak sumur atau spud in Proyek Pengembangan Lapangan Gas Unitisasi Jambaran–Tiung Biru (JTB), Rabu (9/10). Ini merupakan rangkaian kegiatan operasi pengeboran, di mana sebelumnya telah diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat Bojonegoro beberapa waktu lalu.

Proyek JTB merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah ditetapkan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP). Acara prosesi tajak sumur digelar di Desa Bandungrejo, Bojonegoro, Jawa Timur. Dihadiri oleh Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, Direktur Hulu PT Pertamina (Persero), Dharmawan H. Samsu, dan Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah.

“Tajak Sumur ini merupakan capaian kami berikutnya dalam mengawal Proyek Strategis Nasional atau PSN,” ujar Dharmawan.

Dia menyatakan bahwa kegiatan tajak sumur ini sejalan dengan visi Pertamina sebagai World Class National Energy Company, di mana seluruh kegiatan dalam Proyek JTB dilakukan dengan penerapan prinsip-prinsip HSSE Excellence. Sebagai operator tunggal, PEPC wajib mengaplikasikan dan mengintegrasikannya dalam setiap fungsi dan struktur bisnis. Sesuai dengan semboyan HSSE PEPC, “SPIRIT to Zero, Zero Accident, Kami Pilih Bekerja Selamat”.

Direktur Utama PEPC, Jamsaton Nababan, memaparkan bahwa pengembangan Proyek JTB terdiri dari beberapa scope of work. Mulai pengembangan empat sumur di Jambaran East, dua sumur di Jambaran Central, pengerjaan pipa pengumpul sepanjang 6,6 km, pengerjaan fasilitas pemrosesan gas (Gas Processing Facility/GPF) yang telah mencapai 36,91 peresn dan berkapasitas 330 MMSCFD, pengerjaan jalur pipa fluida yang tersambung dengan CPF Lapangan Banyu Urip, pengerjaan jalur pipa sales gas sepanjang 11,3 km, pembangunan stasiun pengukuran sales gas, hingga pembangunan infrastruktur dan pendukung operasi seperti perkantoran, gudang, bengkel, rumah ibadah dan perumahan.

Pekerjaan akan dimulai dari tapak sumur Jambaran East, yang meliputi tiga sumur pemboran baru, yaitu Sumur JAM-3, JAM-5 dan JAM-8. Sedangkan dua sumur lainnya, terletak di tapak sumur Jambaran Central, yaitu Sumur JAM-6 dan JAM-7.

“Pekerjaan lainnya adalah mengerjakan re-entry satu sumur existing, yaitu sumur JAM-4 ST dengan melakukan completion dengan rangkaian pipa produksi yang tahan gas H2S,” jelas Jamsaton.

Kegiatan operasi pengeboran ini telah dimulai sejak September 2019. PEPC bekerjasama dengan Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) dalam kegiatan ini. PDSI menggunakan Rig Nomor 40.3/DSI 1500-E dengan melibatkan 42 kontraktor di bawah kendali putra-putri terbaik Indonesia.

Produksi gas yang dihasilkan oleh Proyek JTB sebesar 192 MMSCFD nantinya akan dialirkan melalui Pipa transmisi Gresik-Semarang. Dengan cadangan gas sebesar 2,5 triliun kaki kubik (TCF), JTB diharapkan dapat memberikan multiplier effect, khususnya untuk mengatasi defisit pasokan gas di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here