, ,

Proyek Biogas Sukadamai, Ambisi ABM Group Hadirkan Bisnis Berkelanjutan

Posted by

Tanah Bumbu, Petrominer – Dulu, limbah cair sawit di sekitar Desa Suka Damai, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan kerap dipandang sebagai persoalan lingkungan. Bau menyengat dan kekhawatiran pencemaran menjadi bagian dari keseharian masyarakat.

Namun kini, situasinya berangsur berubah. Limbah yang sama justru menjadi sumber energi listrik. Langkah ini telah membuka peluang ekonomi baru, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan dan warga sekitar.

Direktur NBE, Doni Syamsurianto, mengatakan pengembangan energi terbarukan tidak hanya berorientasi pada teknologi. Transformasi limbah menjadi energi dinilai mampu menciptakan nilai tambah berlapis, mulai dari pengurangan pencemaran, penyediaan energi bersih, hingga peluang ekonomi di tingkat lokal.

“Kami ingin memastikan bahwa energi bersih juga menghadirkan manfaat langsung bagi lingkungan dan komunitas lokal. Limbah yang sebelumnya menjadi persoalan kini berubah menjadi sumber daya yang bernilai,” ujarnya.

Komitmen dalam mengembangkan energi terbarukan berbasis limbah organik melalui pemanfaatan POME sebagai sumber energi Pembangkit Listrik Tenaga Biogas membuahkan hasil positif. Inisiatif yang dijalankan ABM Group bersama PT Nagata Bio Energi (NBE) ini mendapat apresiasi dengan diraihnya penghargaan Change the World 2025 dari Fortune Indonesia atas kontribusinya dalam mendorong transisi energi bersih dan praktik bisnis berkelanjutan.

Tekan Emisi

Sebagai pengembang Sukadamai Biogas Project, NBE mengolah limbah cair sawit murni menjadi gas metana yang kemudian dikonversi menjadi energi listrik bersih. Fasilitas yang berlokasi di Desa Suka Damai, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan ini beroperasi komersial sejak Agustus 2020 melalui skema kemitraan Build–Operate–Transfer (BOT) selama 15 tahun dengan perusahaan mitra pemasok POME.

Dalam operasionalnya, rata-rata proyek ini mengolah sekitar 129.331 meter kubik POME setiap tahun melalui proses konversi POME menjadi biogas dan selanjutnya menjadi energi terbarukan. Listrik hijau yang dihasilkan mencapai 30.244 MWh selama periode tiga tahun dan dipasok secara stabil selama 24 jam ke jaringan PLN sebagai offtaker, memperkuat kontribusi energi bersih di sistem kelistrikan nasional.

Di sisi lingkungan, dampak yang dihasilkan juga signifikan. Sepanjang periode 2021 hingga 2023, Sukadamai Biogas Project mencatatkan verified emission reductions sebesar 121.919 ton CO₂e, dengan rata-rata penurunan emisi tahunan mencapai 40.638 ton CO₂e. Jumlah ini setara dengan emisi tahunan lebih dari 8.000 kendaraan penumpang berbahan bakar bensin.

Pasar Karbon

Keseluruhan capain tersebut telah memperoleh Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) di Sistem Registri Nasional (SRN). Inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen Indonesia dalam Second Nationally Determined Contribution (SNDC) yang disampaikan pada COP-30, yang menegaskan arah penurunan emisi nasional menuju Net Zero Emission paling lambat tahun 2060. 

Pada 12 Pebruari 2026 lalu, digelar public expose terkait partisipasi ini. Aksi koporasi ini menandai langkah strategis NBE dalam membuka peluang monetisasi pengurangan emisi sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi karbon domestik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *