Kepedulian masyarakat akan hadirnya udara bersih ditunjukkan dengan meningkatnya konsumsi BBM yang lebih berkualitas.

Denpasar, Petrominer – Program Langit Biru di Bali telah memberikan hasil cukup signifikan. Ini menunjukkan kepedulian masyarakat di Pulau Dewata tersebut terhadap kualitas udara dan juga dukungan dalam pemanfaatan energi bersih.

PT Pertamina (Persero), melalui Marketing Operation Regional V Jawa Timur Bali dan Nusa Tenggara (MOR Jatimbalinus) meluncurkan Program Langit Biru di Provinsi Bali sejak Juli 2020 lalu. Kota Denpasar dan Kabupaten Gianyar menjadi percontohan penerapan program tersebut. Ini merupakan dukungan bagi upaya Pemerintah Daerah untuk menerapkan pemanfaatan energi bersih di Provinsi Bali.

Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR Jatimbalinus, Rustam Aji, menjelaskan Pertamina memberikan edukasi kepada pelanggan akan pilihan produk bahan bakar minyak (BBM) yang tepat untuk kendaraannya melalui berbagai program promo saat bertransaksi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Pertamina memberikan harga khusus Pertalite setara harga Premium untuk konsumen. Melalui program tersebut, harga BBM RON 90 itu menjadi Rp 6.450 per liter untuk kendaraan bermotor roda dua, roda tiga, angkot plat kuning, dan taksi plat kuning,” ungkap Rustam, Selasa (13/10).

Mengutip dari www.iqair.com, situs yang menampilkan kualitas udara di berbagai kota dunia, sepekan sebelum Program Langit Biru dijalankan, tercatat indeks kualitas udara di Denpasar rata-rata di angka 67,5. Namun pada minggu pertama September 2020, tercatat indeks kualitas udara di Denpasar rata-rata di angka 51. Bahkan rata-rata seminggu akhir September, rata-rata indeks kualitas udara di angka 48. Penurunan angka tersebut menunjukan bahwa udara semakin bersih atau kualitas lebih baik.

Sementara kualitas udara yang terekam di Kabupaten Gianyar, di pekan kedua Oktober 2020 ini, rerata berkisar di angka 46.

Di Kabupaten Gianyar, setelah berjalan lebih dari dua pekan Program Langit Biru, kepedulian masyarakat akan hadirnya udara bersih ditunjukkan dengan meningkatnya konsumsi bahan bakar yang lebih berkualitas dari Pertamina. Jumlah konsumsi produk BBM jenis Premium turun drastis menjadi 3 persen dari sebelumnya sebesar 18 persen. Sebaliknya, untuk BBM jenis Pertalite dengan Research Octane Number (RON) 90, konsumsinya meningkat dari 67 persen menjadi 83 persen.

“Peningkatan konsumsi ini bentuk kepedulian masyarakat akan manfaat kualitas udara yang lebih bersih dan lebih baik,” tegasnya.

Menurut Rustam, bahwa Pertamina memberikan harga khusus Pertalite setara harga Premium untuk konsumen di Kabupaten Gianyar. Program ini berlaku di 23 SPBU Kabupaten Gianyar, dari total 28 SPBU yang ada. Berlaku mulai tanggal 29 September sampai 28 Nopember 2020.

“Bali sebagai barometer pariwisata Indonesia, dan destinasi ternama di dunia, mendapat dukungan dari masyarakatnya untuk menjadi pelopor penerapan Program Energi Bersih yang berujung meningkatnya kualitas udara dan lingkungan,” paparnya.

Di Kota Denpasar yang sudah lebih awal dimulai Program Langit Biru (sejak Bulan Juli), tren konsumsi BBM masyarakat akan pemilihan produk BBM yang lebih ramah lingkungan masih terus meningkat. Proporsi konsumsi produk Premium sebelum bergulirnya program ini sebesar 28 persen dari total seluruh produk gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo) atau sekitar 114 Kilo Liter (KL) dari konsumsi keseluruhan produk yang sebanyak 408 KL perhari.

Setelah Program Langit Biru bergulir, perbandingan konsumsi produk Premium di Kota Denpasar hanya tinggal 8,5 persen atau sebanyak 42 KL dari total konsumsi seluruh produk gasoline di wilayah tersebut yang perharinya dilayani oleh Pertamina sebanyak 490 KL. Hal ini seiring dengan meningkatnya konsumsi produk Pertalite yang naik proporsinya dari 53 persen menjadi 75 persen sampai dengan pekan kedua di bulan Oktober ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here