Jakarta, Petrominer — Pemerintah akan melelang 11 wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi (migas) baru dalam tender tahap I tahun 2016 ini. Dari ke-11 WK baru itu, empat WK akan dilelang dalam reguler tender dan tujuh lainnya melalui direct proposal.
“Wilayah kerja migas yang akan dilelang ini akan diumumkan dalam acara IPA bulan Mei 2016 nanti,” ujar Direktur Jenderal Migas, IGN Wiraatjmadja, Jum’at pagi (8/4).
Wiraatmadja menjelaskan, empat WK migas yang akan dilelang dalam reguler tender adalah WK South CPP (onshore Riau), WK Suremana I (offshore Selat Makasar), WK South East Mandar (offshore Selat Makasar), dan WK North Arguni (onshore Papua. Sementara tujuh WK yang akan dilelang dalam direct proposal adalah WK Bukit Barat (offshore Natuna), WK Batu Gajah II (onshore Jambi), WK Kasongan (onshore Kalimantan Tengah), WK Ampuh (offshore utara laut Jawa), WK Ebuny (offshore Sulawesi Tengah), WK Onin (onshore Papua), dan WK West Kaimana (onshore Papua).
Capai Target
Dalam pertemuan dengan para wartawan di kantornya itu, Dirjen Migas juga menegaskan bahwa target minyak dalam APBN 2016 yang sebesar 840 ribu barel per hari (BPH) sudah terlampau. Produksi/lifting minyak selama periode Januari-Maret rata-rata mencapai 835 ribu BPH.
“Produksi/lifting minyak bulan Maret mencapai 847 ribu BPH. Ini artinya sudah melampaui target,” ujar Wiraatmadja.
Dalam periode tiga bulan pertama 2016, produksi gas bumi mencapai rata-rata 8.218 MMSCFD, dari target 7.825 MMSCFD atau 105 persen.
Sedangkan untuk lifting minyak April 2016, Dirjen Migas berharap bisa mencapai sebesar 841 ribu BPH dan gas 8.100 MMSCFD.
“Bulan April masih terjaga produksinya, meskipun harga turun tapi produksi tetap jalan terus,” tegasnya.








Tinggalkan Balasan